Pemerataan Pendidikan Tinggi Ala Jokowi | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pemerataan Pendidikan Tinggi Ala Jokowi

Jokowi Instruksikan Bangun Universitas Setara ITB di 5 Daerah
 
Oleh: Muhammad Rasyid Angkotasan 
Mahasiswa S1 Teknik Sipil UMI-Makassar

PERMASALAHAN pada bidang pendidikan seakan tak ada titik temunya dan sangat buram diatas kertas, kualitas pendidikan masih menjadi topik hangat pada bidang ini sehingga delama beberapa tahun terakhir dunia pendidikan seakan dibuat bingung dengan penerapan kurikulum dengan durasi waktu singkat, hal mendasar yang membuat hal tersebut muncul adalah kualitas dan pembentukan karakter.

Namun kita lewati sejenak permasalahan tetang betapa ribetnya penerapan kurikulum di Indonesia, seakan pemerintah sedang menguji coba mobil untuk balapan pada sirkuit yang sangat pendek jaraknya. 

Pemerataan pendidikan, berbicara Indonesia berarti kita berbicara tentang keutuhannya sebagai sebuah bangsa dengan setiap inci kawasan teritorialnya, namun ketika kita coba hubungkan dengan “Dunia Pendidikan” maka hal menarik diantaranya adalah melihat daerah-daerah yang tertinggal yang masih minim sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukungnya karena kualitas pendidikan yang baik masih seperti mimpi besar untuk mereka. 

Bagi mereka untuk bersekolah dan mengenyam pendidikan sampai pada Perguruan tinggi adalah salah satu rasa syukur yang sangat luar biasa.

Pada hari Rabu, 2 Maret 2016 mempunyai makna tersendiri, seperti mimpi namun sakitnya terasa ketika dicubit. Pada kunjungannya di Institut Teknologi Deli, Presiden RI Jokowi Widodo merasa terpanggil melihat realitas pendidikan pada daerah tempat kunjungannya (Sekitar Danau Toba) masih sangat kurang baik dari segi kualitasnya sehingga muncul inisiatif untuk mendirikan beberapa Perguruan tinggi setara ITB pada beberapa Provinsi yang masih tertinggal. Seperti dilansir CNN Indonesia :

“ Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Padjaitan mengungkapkan Presiden Indonesia berkeinginan agar Indonesia memiliki lima hingga enam universitas setara Institut Teknologi Bandung. Namun Jokowi ingin agar lima hingga enam universitas tersebut dibangun di luar Pulau Jawa.”
Pada kesempatan lain, Jokowi tidak masalah dengan anggaran yang ada karena Jokowi menganggap dana pembangunan universitas tergolong murah untuk Indonesia.

"Jadi Presiden mau menyaring dosen pintar dan masih berusia muda dari ITB, UI, UGM, atau ITS untuk keluar daerah selama setahun sampai dua tahun. Sementara pengajar yang ada di daerah kami kirim ke luar (negeri) untuk mengambil studi doktoral selama empat tahun,"
Lanjut Luhut.

Dengan rencana tersebut, kata Luhut, Jokowi berharap sekembalinya para pengajar ke daerah masing-masing mereka bisa membantu percepatan pembangunan pendidikan di sana. Luhut mengakui, dengan sistem sekarang ini Pemerintah Indonesia pasti kewalahan.

"Jadi bayangkan ada lima atau enam universitas bagus dan diayomi oleh universitas terkenal di Jawa dan dosennya dari sana, maka akan ada 1000 mahasiswa yang bagus," ujarnya.

"Jadi mereka tak perlu merantau ke Jawa karena di daerah mereka sudah muncul pendidikan tinggi yang berkualitas.

Pemerataan Pendidikan di Indonesia sangatlah diperlukan untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia Cerdas 2045, kawasan Indonesia Timur misalnya masih sangat minim Universitas/Perguruan Tinggi yang mempunyai tingkat kualitas pendidikan menyerupai ITB, UI, UGM dan ITS, mungkin hanya Universitas Hasanuddin dan beberapa Universitas pada wilayah Sulawesi dan sekitarnya, dan lebih dari pada itu sisanya seakan masih merangkak sangat lambat  untuk dapat berkompetisi. Dengan adanya inisiatif dan langkah brilian ini dapat mengangkat kepedulian pemerintah dengan pendidikan pada daerah-daerah tertinggal diluar pulau jawa dan terkhusus tentang pemerataan pendidikan.

Paling tidak kami tidak perlu menggunakan kapsul sebagai alat untuk menjaga rapi mimpi-mimpi besar kita untuk Maluku khususnya, Paling tidak kami dilahirkan untuk menjadi insan yang cerdas namun terhalang oleh sarana dan prasarana serta pendidik yang kompeten pada bidangnya, seperti kata Prof. Yohanes Surya;

Kesalahan system pendidikan yang berlangsung di Indonesia bukan pada siswanya, namun pada tenaga pendidik yang kompetensi pada bidangnya masih diragukan”. Semoga inilah awal bagi daerah tertinggal (dalam sector pendidikan) untuk dapat menjadi lebih baik dan mengejar langkah-langkah yang tertinggal.

Indonesia adalah rumah dari populasi terbesar ketiga di dunia dan sebagian diantaranya masih miskin akan pendidikan, semoga ini bukan lagi mimpi indah nan megah bagi kami namun awal untuk memetik jutaan mimpi yang berserakan di langit. 

Salam Maluku Cerdas
Pejuang Kecerdasan – Fasilitator Rumah Belajar Tulehu


Artikel 1354573441639076600

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang