Sepekan Pulau Ambon Terkena Dampak Kabut Asap, Bandjar: Itu Penguapan Air | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Sepekan Pulau Ambon Terkena Dampak Kabut Asap, Bandjar: Itu Penguapan Air

BERITA MALUKU. Sudah sepekan ini, pulau Ambon dan sekitarnya tampak diselimuti kabut sehingga mengurangi jarak pandang seperti biasanya (normal).

Diduga, kabut itu berasal dari asap hasil kebakaran hutan yang terjadi di beberapa titik seperti di Pulau Buru (Kabupaten Buru dan Buru Selatan) maupun pulau Seram (Kabupaten Seram Bagian Barat dan Seram Utara), Provinsi Maluku.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Ir. Azam Bandjar, Sabtu (3/10/2015) bahwa memang telah terjadi kebakaran hutan seluas 100 hektar lebih di lahan Nusa Ina, Desa Latea, dan Desa Samal, Seram Utara.

"Benar ada kebakaran hutan di Seram Utara, tapi kebakaran itu sudah selesai. Kebakaran itu terjadi pada Senin pekan ini, tapi hanya terjadi satu hari," akui Bandjar.

Banjar menjelaskan, bahwa kebakaran hutan lebih parah di daerah ini terjadi di pulau Buru.

"Di pulau Buru terjadi kebakaran lebih besar, ada sekitar 20 titik," katanya.

Namun menurutnya, kabut yang melanda pulau Ambon beberapa hari ini bukan disebabkan oleh asap dari kebakaran hutan.

"Kabut di Ambon ini kan dari penguapan air, bukan asap dari kebakaran hutan," jelasnya.

Bandjar menjelaskan, kebakaran hutan di Seram Utara berbeda dengan kebakaran hutan di pulau Sumatera dan pulau Kalimantan.

"Kalau di daerah lain dimana bahan yang terbakar itu adalah gambut, sehingga kebakarannya bisa bertahan lama, sedangkan di daerah ini yang terbakar adalah humus yang tipis sekitar 10 cm," kata Bandjar.

Sementara kebakaran hutan di Kecamatan Taniwel dan Taniwel Timur, Seram Bagian Barat dilaporkan Tokoh Muda Asal Taniwel, Ferry Kasale beberapa hari lalu.

Menurut Kasale, bahwa Kebakaran di wilayah itu sudah hampir seminggu terjadi dan menyita perhatian warga sekitar.

"Selain kabut asap yang sangat menganggu dan beresiko terhadap kesehatan warga, tetapi juga akibat kebakaran itu tanaman-tanaman masyarakat seperti Cengkih, Pala dan Coklat milik warga setempat ikut terbakar," ungkap Kasale kepada media ini.

Kasale minta, agar kebakaran hutan di pulau Seram khususnya di Kecamatan Taniwel dan Taniwel Timur melalui dinas teknis untuk mengambil langkah-langkah pencegahan serta memberikan bantuan alat kesehatan berupa masker kepada warga di sekitar untuk menghindari gangguan-gangguan kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang begitu mengancam. (bm 01)

Kebakaran Hutan 5192114776415719693

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang