Sekwan Sambut Positif Mencairnya Hubungan Pimpinan DPRD Maluku | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Sekwan Sambut Positif Mencairnya Hubungan Pimpinan DPRD Maluku

BERITA MALUKU. Sekretaris DPRD (Sekwan) Maluku, Roy Manuhuttu menyambut positif mencairnya hubungan Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae dan Wakilnya, Richard Rahakbauw pada rapat para pimpinan dewan dengan ketua-ketua fraksi pada, Rabu (2/9/2015) kemarin.

"Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohnan maaf kepada seluruh masyarakat Maluku dan anggota dewan atas insiden yang terjadi dua hari lalu," kata Manuhuttu, Kamis (3/9/2015).

Dalam rapat yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD, Karpan, Ambon itu, Edwin Huwae dan Richard akhirnya bersalaman dan berpelukan sambil saling memaafkan atas insiden penghentian rapat pansus PT. Bank Maluku antara DPRD dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia pada Senin, (31/8) kemarin.

Mencairnya kembali hubungan yang baik antara para pimpinan legislatif ini juga mendapat sambutan positif para pimpinan fraksi serta seluruh anggota DPRD.

Manuhuttu mengatakan, situasi yang telah terjadi harus dijadikan renungan. Manusia semua tidak sempurna dan menjadi catatan ke depan, kalau terjadi perbedaan sikap politik itu hal yang biasa dan harus dimaknai sebagai dinamika.

Terkait sikap para ketua-ketua fraksi untuk menarik semua pimpinan dewan dari pansus PT. BM juga akan dipertimbangkan kembali setelah mempertimbangkan suasana memanas antara ketua dan wakil ketua DPRD yang kini sudah membaik.

Ketua DPRD Maluku dalam kesempatan itu juga menjelaskan pihaknya sudah dua kali menyurati pemprov untuk menyampaikan dokumen DPBD Perubahan 2015 ke legislatif karena sudah melewati batas waktu dan bisa terkena sanksi dari Menteri Dalam Negeri.

"Harusnya dokumen APBD Perubahan 2015 sudah diajukan pemerintah daerah ke legislatif dan selesai dibahas pada Bulan Agustus untuk tetapi sampai saat ini belum terealisasi," katanya.

Sebab pembahasan APBD Perubahan di legislatif tidak akan maksimal karena keterbatasan waktu dan bisa berimplikasi pada pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) atau pun DAK oleh Kemendagri.

Apalagi dalam waktu dekat ini, banyak agenda penting yang akan berlangsung di daerah ini seperti pesta paduan suara grejawi (Pesparawi) tingkat nasional yang dimulai awal Oktober dan berlanjut dengan pelaksanaan pilkada serentak pada empat kabupaten yang tentunya menyita waktu para wakil rakyat. (ant/bm01)
Dewan 5222604281545260187

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang