Konflik Pimpinan DPRD Maluku Berakhir "Damai" | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Konflik Pimpinan DPRD Maluku Berakhir "Damai"

BERITA MALUKU. Konflik antara Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae dan Wakilnya, Richard Rahakbauw, pada Senin (31/8/2015) kemarin, Rabu (2/9/2015) berakhir "damai." 

"Saudara-saudara pimpinan! Saya mohon maaf, mungkin saya salah," demikian ungkapan Huwae dengan nada sedikit terharu yang kemudian disambut aplous para hadirin di ruang rapat paripurna DPRD Maluku, Karang Panjang Ambon. 

Huwae menyampaikan maafnya saat berakhirnya rapat koordinasi untuk pembahasan sejumlah agenda dewan yang dihadiri unsur pimpinan dan ketua-ketua fraksi DPRD Maluku.


Sebelum kedua pimpinan itu berangkulan dan memaafkan satu dengan yang lain, mereka sudah tampak duduk berdampingan di meja pimpinan saat memimpin rapat. Richard Rahakbauw yang duluan mulai mengungkapkan permohonan maaf, sambil mempersilahkan Huwae untuk melanjutkannya.

Huwae melanjutkan, "Mari kita belajar dari peristiwa yang terjadi kemarin untuk memperbaikinya, semoga peristiwa itu tidak meruntuhkan semangat kita. Tentu sebagai manusia kita tidak sempurna, ini bukan soal saya dengan pak Icat (Wakil Ketua) saja, tapi ini soal teman-teman juga karena teman-teman punya andil juga ada di situ, dimana kalau itu buruk teman-teman punya andil buruk juga dan kalau itu baik maka andilnya akan baik juga," ungkap Huwae.

Huwae mengatakan, bahwa perbedaan sikap politik adalah hal biasa.

"Berbeda sikap politik adalah hal biasa, dan itu harus dimaknai sebagai dinamika sebuah lembaga," ungkapnya.

Menurutnya, perbedaan sikap bukan terjadi di lembaganya saja tetapi terjadi juga dimana-mana. 

Namun secara pribadi, kedua pimpinan itu telah bertemu untuk menyelesaikan persoalan internal.

"Secara pribadi, saya dan pak Icat sudah bertemu tadi dan kami sudah mendiskusikannya. Ini bukan soal pribadi antara saya dan pak Icat, tetapi ini adalah soal tanggungjawab kita sebagai pimpinan di lembaga ini untuk berkomitmen melaksanakan seluruh tanggungjawab dengan baik bersama pemerintah daerah yang mana kita sama-sama berjuang untuk masyarakat Maluku lebih sejahtera lagi," jelas Huwae.

Menurut Huwae, Pansus DPRD Maluku terkait dua kasus di Bank Maluku akan tetap berjalan dalam koridor aturan DPRD.

"Pansus ini tetap jalan dan ini adalah tanggungjawab kita bersama dalam menyelesaikan kasus Bank Maluku," tutupnya.

Untuk diketahui, peristiwa menghebohkan pada awal pekan ini terjadi dimana publik sempat dibuat tercengang, marah dan sedih, akibat protes Wakil Ketua DPRD pada rapat Panitia Khusus (Pansus) untuk penyelesaian skandal repo saham PT. Bank Maluku seniali Rp253 miliar dan dugaan penggelembungan anggaran pembelian kantor cabang di surabaya senilai Rp56 miliar yang juga dihadiri Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bank Indonesia, sehingga rapat itu tidak bisa dilanjutkan.

Kedua pimpinan itu sebelumnya diketaui telah bersitegang terkait pendelegasian wewenang/tugas dalam Pansus skandal PT. Bank Maluku. Dan hal itu diperparah lagi dengan adanya isu mengalirnya dana Rp1 miliar ke pansus. (Bm 01)

Headline 2308089234342184159

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang