Kadis ESDM Maluku Tuding Wartawan Hina Dirinya | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Kadis ESDM Maluku Tuding Wartawan Hina Dirinya

BERITA MALUKU. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (Kadis ESDM) Provinsi Maluku, Martha Nanlohy menuding wartawan telah melakukan penghinaan terhadap dirinya lewat pemberitaan yang disampaikan media massa di Maluku beberapa waktu ini.

Tudingan tersebut disampaikan Nanlohy ketika dikonfirmasi wartawan seusai rapat bersama Gubernur Maluku dan pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, dilantai II kantor Gubernur Maluku, Selasa (12/7/2016) di Ambon. "Terkait pernyataannya yang menyatakan wartawan di Maluku bodoh."

Saat itu wartawan yang berada di lantai dua kantor Gubernur Maluku menunggu beberapa kepala dinas dan badan yang tengah melakukan pertemuan dengan gubernur Maluku melihat Nanlohy keluar dari ruang rapat. salah satu wartawan media lokal lantas mendatangi Nanlohi dan meminta waktunya untuk mengkonfirmasi, setelah dijinkan Nanlohy, wartawan tersebut lantas menanyakan apa maksud pernyataan Nanlohy yang menyebutkan bahwa wartawan di Maluku adalah orang bodoh.

Nanlohy yang tidak menyangka akan mendapat pertanyaan tersebut lantas berdalih dirinya tidak pernah menyebutkan wartawan bodoh. Namun ketika diberikan kenyataan bahwasanannya Nanlohy mengeluarkan pernyataan tersebut saat diwawancara salah satu media lokal di kota Ambon terkait dugaan kasus gunung botak, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Maluku ini lagi-lagi berkelit.

Bahkan sambil masuk lift dengan tujuan lantai satu kantor gubernur Maluku, Nanlohy dengan tegas menyatakan, bahwa wartawan telah melakukan penghinaan terhadap dirinya.

“He nanti kalau kamong hina-hina beta di media bisa ka,“ ujar Nanlohy.

Namun ketika hendak ditanya mengenai siapa yang menghina dan penghinaan bagaimana yang dilakukan wartawan terhadapa dirinya, Nanlohy malah buru-bru masuk ke dalam lift.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Maluku, Martha Nanlohy dalama wawancara dengan salah satu media cetak lokal di Kota Ambon menyatakan bahwa wartawan di Maluku itu bodoh. Pernyataan Nanlohy ini lantas dikecam keras oleh Persatuan Wartawan Indonesia cabang Maluku serta lembaga profesi pers lainnya.

Ternyata sikap arogan Nanlohy yang diduga ikut menerima grativikasi sebesar Rp4,6 miliar dari perusahaan yang tengah melakukan penambangan emas berkedok pembersihan sendimentas di Gunung Botak Kabupaten Pulau Buru.

Sikap arogan Nanlohy ternyata tidak berakhir sampai disitu saja, bahkan ketika dirinya dimintai keterangan di Kejaksaan terkait kasus grativikasi tersebut, Nanlohy sempat memukul salah satu foto grafer media harian di Kota Ambon dengan menggunakan map yang dipegangnya lantaran mengambil gambar dirinya yang baru selesai menjalani pemeriksaan.
Peristiwa 9210786896260626632

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang