Pemprov Maluku Siapkan Lahan Bangun Institusi Teknologi Ambon | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pemprov Maluku Siapkan Lahan Bangun Institusi Teknologi Ambon

BERITA MALUKU. Pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku sedang menyiapkan lahan untuk membangun Institut Teknologi Ambon(ITA) yang dirintis Presiden Soekarno pada 1956 melalui kerja sama dengan pemerintah Rusia.

Sekda Maluku Hamin bin Tahir dikonfirmasi, Kamis (30/6/2016) mengatakan, Gubernur Said Assagaff telah mengarahkan Dinas Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyiapkan lahan untuk pembangun kampus ITA dan fasilitas lainnya.

"Lokasinya kemungkinan di desa Suli, kecamatan Salahutua, pulau Ambon dengan kebutuhan lahan lima - 10 hektare," ujarnya.

Sekda mengemukakan, penyiapan lahan ITA ini setelah Gubernur Said mematangkan program mendirikan ITA dengan pimpinan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, beberapa waktu lalu.

"Jadi program ini telah direstui dan didukung pimpinan Unpatti Ambon sehingga tinggal berkoordinasi dengan pemerintah pusat," katanya.

Ia mengakui, niat mendirikan ITA muncul setelah Gubernur Said membaca buku tentang lembaga pendidikan ini yang dirintis Presiden Soekarno dengan menyekolahkan mahasiswa asal Maluku untuk mengikuti program strata satu (S-1) maupun strata dua (S-2) di Rusia.

"Gubernur telah meminta dukungan berbagai pihak untuk mendirikan ITA yang strategis guna menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dalam rangka mengelola potensi sumber daya alam (SDA) melimpah dan bernilai ekonomis," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Said mengemukakan, mengingat sebanyak 25 mahasiswa, baik S-1 maupun S-2 yang kuliah di Rusia dengan nama maupun disiplin ilmu ditekuni di sana.

"Sayangnya setelah menamatkan pendidikan dan kembali ke Indonesia pada 1968/1969 ternyata kurang diberi peranan untuk mengaplikasikan ilmu mereka," ujarnya.

Padahal, saat itu pemerintah Rusia mengalokasikan anggaran 5 juta dolar AS dan peralatan untuk pengembangan ITA yang saat ini berlokasi di Fakultas Teknik Unpatti Ambon.

"Saya masih sempat bertemu dengan para lulusan itu saat menjadi Kepala Bidang (Kabid) di Bappeda Maluku dan saat ini masih hidup dr.Atihuta sebagai salah satu lulusan program kerjasama dengan pemerintah Rusia," kata Gubernur.

Dia mengakui saat bertugas di Jakarta selalu membawa buku tersebut dalam tasnya dengan keinginan membicarakannya dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri untuk meminta dukungannya mengaktifkan kembali terobosan pendidikan strategis oleh Presiden Soekarno.

"Saya jujur berkinginan bertemu Ibu Mega dan menyerahkan buku tersebut, sekaligus meminta dukungannya untuk mendirikan kembali ITA yang strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya alam (SDA), terutama hayati laut," tegas Gubernur.

Bahkan, buku tersebut telah ditunjukkan kepada Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan yang ternyata tertarik dengan terobosan pendidikan tersebut.
Proyek 7647671706394903513

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang