Jokowi Dijadwalkan Canangkan Pembangunan Permukiman Multikultural di Maluku | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Jokowi Dijadwalkan Canangkan Pembangunan Permukiman Multikultural di Maluku


BERITA MALUKU. Presiden Joko Widodo dijadwalkan mencanangkan pembangunan permukiman multikultur dalam rangka mewujudkan Maluku menjadi laboratorium kerukunan umat beragama.

Gubernur Maluku, Said Assagaff saat dikonfirmasi di Ambon, Jumat (20/5/2016), mengatakan pencanangan permukiman multikultur dijadwalkan bersamaan dengan Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Hari Pers Nasional (HPN) ke-72 di Ambon pada 9 Februari 2017.

"Saya telah mengarahkan Dinas PU Maluku agar sesegera mungkin mencari lahan yang strategis untuk membangun permukiman tersebut," ujarnya.

Dia mengakui, Raja Negeri Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Tella Tuanellay telah menawarkan lahan seluas 10 hektare untuk membangun permukiman multikultur di wilayahnya.

Namun, setelah disurvei ternyata lokasinya berada di kawasan konservasi air sehingga dikhawatirkan mengancam ketersediaan air baku sehingga diarahkan mencari lahan lain.

"Saya jujur berterima kasih kepada Raja dan Saniri (pemangku adat) Negeri Halong yang telah menawarkan lahan. Namun, mempertimbangkan arealnya merupakan kawasan konservasi, makanya diputuskan untuk dialihkan demi masa depan anak cucu," kata Gubernur.

Dia mengemukakan, perkampungan multikultur itu nantinya didisain dilengkapi lokasi kebun binatang yang membutuhklan lahan seluas dua hektare.

"Saya sudah dijanjikan Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah untuk menyumbangkan sejumlah binatang bila fasilitas tersebut telah dibangun," ujar Gubernur.

Dia mengemukakan, Presiden, Joko Widodo sebelumnya telah berjanji untuk meresmikan perkampungan kerukunan umat beragama yang diprogramkan dibangun pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku di Pulau Ambon.

"Presiden saat berjalan ke pesawat di Bandara Internasional Pattimura Ambon pada 6 Oktober 2015 menyatakan kesediaannya meresmikan permukiman yang warganya dari semua komunitas agama maupun suku di Tanah Air, bila telah rampung pembangunannya," kata Gubernur.

Kepala Negara menjanjikannya setelah mendengar tekad pemerintah maupun masyarakat Maluku menjadikan daerah ini sebagai laboratorium kerukunan umat beragama di Tanah Air maupun internasional yang disampaikan Gubernur Said saat pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi(Pesparawi) Nasional XI di Ambon pada 6 Oktober 2015.

Sebelumnya, Presiden menanyakan wujud fisik dari laboratorium kerukanan umat beragama sekiranya ada orang yang ingin mengunjunginya.

"Saya menjawab memprogramkan perkampungan yang ditempati semua komunitas agama dan suku dari Papua hingga Banda Aceh, makanya direspon Kepala Negara dengan kesediaannya untuk nantinya meresmikan," tegas Gubernur.

Perkampungan itu diprogramkan paling terlambat dibangun pada 2017 dan telah diresmikan 2018.
Headline 5705328923772120021

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang