Warga Korban Erupsi Gamalama Terserang Penyakit | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Warga Korban Erupsi Gamalama Terserang Penyakit

BERITA MALUKU. Warga korban erupsi Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), mulai terserang berbagai penyakit, namun semuanya sudah ditangani secara maksimal oleh tim medis setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Nurbaity Radjabessy di Ternate, Selasa (21/7/2015), mengatakan hingga kini ada 113 warga yang terserang penyakit.

Angka tersebut diperoleh dari data dari posko kesehatan yang dibentuk Dinas Kesehatan pasca-erupsi Gunung Gamalama pada Kamis (16/7) pekan lalu.

Menurut Nurbaty, dari 113 warga terserang penyakit itu, yang terbanyak merupakan penderita penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan (Ispa) dan sebagian besar merupakan anak-anak dan lansia.

Dirinya merinci sejumlah penyakit yang ditangani tim medis baik di posko pengungsian maupun kelurahan yang terkena dampak erupsi Gunung Gamalama diantaranya diare yang sebagian besar diderita anak-anak dan bayi, hipertensi, gatrisis (maag kambuh) dan iritasi mata.

Selain itu, para penderita yang berhasil dicacat 81 orang anak-anak dan bayi, lansia 30 orang dan sisanya merupakan orang dewasa korban erupsi Gunung Gamalama.

Oleh karena itu, untuk membantu warga korban erupsi Gunung Gamalama, saat ini, Dinas Kesehatan menempatkan tim medisnya mulai dari dokter sampai perawat di posko pengungsian dan kelurahan yang terkena dampak abu vulkanik.

Disinggung mengenai kurangnya tenaga medis yang ditempatkan di berbagai posko pengungsian dan kelurahan terkena dampak abu vulkanik erupsi Gunung Gamalama.

Nurbaity membenarkan kalau saat terjadinya erupsi Gunung Gamalama, sebagian besar tenaga medisnya mudik dan bertepatan dengan hari libur lebaran Idul Fitri, sehingga tim medisnya yang ada dimaksimalkan untuk membantu warga terkena berbagai penyakit.

Sementara itu, warga korban erupsi Gunung Gamalama di Kota Ternate, yang telah diungsikan oleh Pemerintah Kota Ternate yang tercatat sejak Selasa pagi, sebanyak 1498 jiwa atau 408 KK dan jumlah itu kemungkinan akan bertambah jika erupsi Gamalama terus berlanjut.

Dari 1498 warga tersebut dari kelurahan Loto dan Togafo, mereka kini ditampung di Markas TNI-AL Ternate dan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ternate dan dari 1498 jiwa pengungsi tersebut menempati dua titik pengungsian yang disiapkan Pemkot Ternate, sedangkan dua titik pengungsi lainnya seperti aula SMK Negeri 2 dan aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate disiapkan sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Gamalama, maka tempat tersebut akan diberikan bagi warga yang berada di dua kelurahan lainnya.

Sebab, hingga saat ini, Pemkot Ternate melakukan inventarisir jumlah korban erupsi Gunung Gamalama lainnya, terutama yang berada di Kelurahan Takome dan Afetaduma yang kini sebagian besar warganya masih memilih bertahan di rumahnya masing-masing. (ant/bm 01)
Malut 6993655644440225871

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang