BMKG Ingatkan Warga Waspadai Gelombang Tinggi di Wilayah Perbatasan Maluku | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

BMKG Ingatkan Warga Waspadai Gelombang Tinggi di Wilayah Perbatasan Maluku

BERITA MALUKU. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon mengingatkan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut agar mewaspadai gelombang tinggi mencapai empat meter di wilayah perbatasan Maluku.

"Tinggi gelombang empat meter itu terjadi di laut Banda, laut Seram Bagian Timur(SBT), perairan Selatan pulau Ambon, perairan kepulauan Kai, kepulauan Aru, Babar, Tanimbar, Sermata, pulau Lei dan laut Arafura," kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, di Ambon, Minggu (28/6/2015).

Sedangkan gelombang mencapai tiga meter berpeluang terjadi di laut Maluku maupun Seram Bagian Barat (SBB).

Kabupaten Kepulauan Aru secara geografis berbatasan dengan Australia, sedangkan Maluku Barat Daya (MBD) dan Maluku Tenggara Barat (MTB) dekat Australia.

George mengemukakan, gelombang tinggi ini dipengaruhi juga kecepatan angin mencapai 40 KM/jam terjadi Kabupaten Kepulauan Aru, MBD, MTB dan kepulauan Kai.

"Kondisi cuaca ekstrem ini berbahaya bagi pelayaran tradisional maupun Kapal Motor Penyeberangan (KMP) sehingga perlu memperhatikan peringatan dini tersebut," ujarnya.

Peringatan dini tersebut telah diteruskan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan Kabupaten dan dua Kota hendaknya dipatuhi masyarakat.

"Jangan memaksakan diri berlayar sekiranya kondisi cuaca ekstrem. Langkah ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah laut," ujarnya.

Dia juga mengharapkan para Bupati dan Wali Kota agar mengimbau perusahan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan perubahan cuaca secara ekstrem sehingga tidak memaksakan diri berlayar.

Dalam kondisi cuaca ekstrem, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan. (ant/bm 01)
Bencana Alam 2163591345569122284

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang