Sewa Rusunawa di Ternate Terlalu Mahal, Tidak Dijangkau Pedagang Kecil | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Sewa Rusunawa di Ternate Terlalu Mahal, Tidak Dijangkau Pedagang Kecil

Ilustrasi
BERITA MALUKU. Sewa Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pedagang di Ternate, Maluku Utara (Malut) yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) setempat dinilai terlalu mahal, sehingga tidak dapat dijangkau para pedagang kecil.

"Banyak pedagang kecil di Ternate yang sebenarnya ingin menyewa Rusunawa Pedagang tersebut, tetapi kemudian mengundurkan diri karena sewanya terlalu mahal," kata seorang pedagang yang sehari-hari berjualan di Pasar Higienis Ternate, Rahmat, Rabu (7/2/2018).

Lokasi Rusunawa Pedagang tidak jauh dari Pasar Higienis, Pasar Gamalama dan Pasar Percontohan.

Sesuai SK Wali Kota Ternate, untuk Lantai I sewanya sebesar Rp1,75 juta per bulan, lantai II Rp1,5 juta per bulan, lantai III Rp1,2 juta per bulan.

Menurut Rahmat, Rusunawa Pedagang tersebut dibangun untuk membantu pedagang yang belum memiliki tempat tinggal yang layak, jadi seharusnya sewanya jangan terlalu mahal agar para pedagang, khususnya pedagang kecil dapat pula menikmatinya.

Sewa Rusunawa sebesar itu hanya akan dinikmati oleh pedagang besar, yang bisa jadi mereka sudah memiliki rumah sendiri di tempat lain, oleh karena itu Pemkot Ternate diharapkan meninjau ulang sewa Rusunawa tersebut yakni paling tinggi Rp1 juta per bulan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pertahanan Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan, penatapan sewa Rusunawa Pedagang tersebut didasarkan atas kajian dengan memperhitungkan berbagai kompenen pembiayaan, di antaranya pemeliharaan, kebersihan dan pengamanan.

Pedagang yang bisa menyewa Rusunawa tersebut, semuanya melalui proses seleksi dengan melihat berbagai syarat, seperti yang bersangkutan sudah berjualan di pasar terdekat dan belum memiliki tempat tinggal sendiri.

Ia menambahkan, sewa Rusunawa tersebut sudah dianggap wajar, karena memiliki fasilitas dua kamar tidur, ruang tamu, Toilet dan dapur kecil, justru lebih murah jika dibandingkan dengan sewa kamar kos di Ternate sebesar Rp1 jutaan padahal hanya satu kamar berukuran 3x4 meter.

Rusunawa Pedagang yang memiliki 64 kamar tersebut dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2017 dengan anggaran Rp14 miliar lebih dan merupakan Rusunawa Pedagang pertama yang dibangun di Provinsi Malut.

Malut 6716684341787988820

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang