6 Cabang AMGPM Ambon, Ikut Pelatihan Kader Tingkat Menengah | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

6 Cabang AMGPM Ambon, Ikut Pelatihan Kader Tingkat Menengah

BERITA MALUKU. Dalam rangka memberikan penguatan kapasitas bagi kader di tingkat menengah, maka pengurus derah Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Kota Ambon, menggelar pelatihan kader tingkat menengah yang dipusatkan di ruang rapat Pemkot Ambon, Lt II,  Sabtu (25/11/2017).

Sebanyak 60 kader tingkat dasar dari AMGPM cabang Bethania, Syaloom, Getsemani, Irene, Pniel dan Sion terlibat dalam kegiatan pelatihan kader yang materinya antara lain, problem solving, teknik menyusun proposal kegiatan, diamika kelompok dan resolusi konflik, teknik menyusun program kerja, seni memfasilitasi, etika pemimpin Kristen dll, yang akan berlangsung selama tiga hari.

Untuk kegiatan ini tidak dibentuk panitia khusus, tetapi pengurus Daerah AMGPM Kota Ambon membentuk Tim kerja yang bertugas di tiga rayon, yakni Rayon A, B dan C. Untuk Rayon A meliputi, AMGPM Cabang Bethel, Imanuel, Petra, Nasareth, Bethabara dan Ebenhaeser ( Kayu tiga), sementara untuk Rayon B terdiri atas Bethania, Syaloom, Getsemani, Irene, Pniel dan Sion, yang terakhir AMGPM Cabang Silo, Menara Kasih. Ora Et Labora, Sejahtera dan Cabang Kategorial Sinar Kasih terbagi di Rayon C.

Sekretaris Bidang I AMGPM, Kota Ambon, Reinaldo Pattiasina yang ditemui di sela-sela kegiatan pelatihan mengungkapkan, tujuan dari pendidikan kader tingkat menengah adalah yang pertama membina kader agar mecapai kapasitas keorganisasian, yakni bagaimana memberikan pemahaman tentang organisasi GPM kepada kader sehingga mampu bekerja sama.

Diungkapkan Pattiasina, tujuan yang kedua adalah, membina kader agar mencapai kapasitas kegerejaan dan kristenan, yakni bagaimana kader mampu memahami GPM sebagai lembaga Gereja, dan memiliki kesadaran Oikumene dan pluralis, serta berprilaku etis, sertas memiliki kapasitas kepemimpinan Kristen.

Selanjutnya menurut Pattiasina, tujuan pelatihan kader adalah, kapasitas sosial yakni, bagaimana kader menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kader juga dituntut mampu berefleksi sosial dalam masyarakat, dan mampu berelasi dengan umat beragama lainnya," pungkasnya.

Pattiasina menambahkan, kader AMGPM juga harus memiliki kesadaran sosial budaya politik dan demokrasi. Selain itu juga harus trampil, mandiri dalam berusaha dan bekerja.

“Jadi tujuan peningkatan kapasitas ini, dapat dicapai lewat proses pendidikan kader di AMGPM,” jabarnya.

Pattiasina menyatakan, dengan terselenggaranya pendidikan kader jenjang menengah, maka diharapkan kader mampu menyerap materi dan mengimplementasikannya, selain itu juga harus memiliki kapasitas untuk mengelola organisasi, terutama dalam setiap dinamika sosial kemasyarakaratan yang ada dalam konteks masing-masing cabang. (Nik)
Kegiatan 4989497592140378569

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Indeks

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang