Kepala Puskesmas Gomar Aru Ini Pecat Stafnya Tanpa Teguran | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Kepala Puskesmas Gomar Aru Ini Pecat Stafnya Tanpa Teguran

BERITA MALUKU. Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Desa Gomar, Kecamatan Aru Selatan Timur, Kabupaten Kepulauan Aru, Loisa K. Searukin, dituding memecat salah seorang stafnya, Monalisa Goulap (MG) tanpa alasan atau peringatan terlebih dulu.

Tindakan main pecat oleh Siarukin terhadap Monalisa ini, lantaran hak-hak Monalisa sebagai perawat di Pudskesmas itu tidak diberikan selama enam bulan.

Karena belum mendapatkan haknya itu, Monalisa asal desa Gomar Meti ini pun menanyakannya kepada Searukin, namun tanpa jawaban, perawat tersebut pun dipecat.

Kepada Berita Maluku Online, Jumat (11/8/2017), Monalisa mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, upah selama enam bulan belum dia peroleh sejak Natal pada Desember 2016 lalu. Karena ada keperluan, Monalisa lantas menanyakan haknya itu kepada Searukin, namun kepala puskesmas itu tak menggubrisnya.

“Saya sudah sampaikan keluhan itu, karena itu kan hak kita sebagai perawat untuk bisa penuhi kebutuhan kita sehari-hari. Kan saya bilang, setelah mengambil gaji langsung saya kembali bertugas, bukan ke tempat lain, kan orang tua saya ada di Desa Gomar Meti, lagi pula itu tempat kelahiran saya. Tapi mengapa saya dipecat setelah itu,” ungkap Monalisa.

Monalis menjelaskan, setelah dirinya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru di Dobo untuk mengambil gajinya, namun sekembalinya ke tempat tugas, dirinya kaget sudah dipecat tanpa alasan atau teguran yang jelas.

“Kalau tidak ambil gaji, kira-kira saya mau makan apa ?” kesalnya dengan nada sedih.

Diakuinya, dirinya sempat mendengar kabar bahwa pimpinannya itu telah melaporkan dirinya ke Dinas Kesehatan atas ketidakpatutan Monalisa terhadap atasannya. Setelah Monalisa tanyakan kepada Sekretaris Dinas Kesehatan Aru, dr Waty, ternyata betul bahwa dirinya sudah dilaporkan untuk dipecat. Dan itu sangat disesalinya, sebab tindakan itu dinilai tak manusiawi dan sepihak dilakukan kepala puskesmas tersebut.

Perawat ini berharap kepada Kepala Dinas Kesetahan Aru, agar dapat menyikapi persoalan ini dengan bijak dan menarik laporan itu dan mengangkat dirinya kembali menjadi perawat di Puskesmas Desa Gomar Meti, sehingga dirinya dapat melayani warga di desanya seperti sediakala.

Monalisa minta pihak Dinas Kesehatan setempat untuk mengevaluasi tindakan kepala Puskesmas tersebut karena sering berperilaku subjektif terhadap bawahannya selama ini. (Ie)
Daerah 5229651270005209534

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Indeks

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang