BEKRAF Gandeng Poltek Ambon Gelar Workshop Creativepreneur | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

BEKRAF Gandeng Poltek Ambon Gelar Workshop Creativepreneur

BERITA MALUKU. Berangkat dari semangat untuk menumbuhkan dan mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di Ambon, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif mengandeng Politeknik (Poltek) Negeri Ambon menyelenggarakan workshop creativepreneur 101, berlangsung di Marina Hotel, Ambon, senin (17/7/2017).

Workshop selama dua hari mulai dari tanggal 17-18 Juli ini, ditunjukan untuk para mahasiswa, akademis, pelaku dan komunitas kreatif di Ambon.

Direktur edukasi, ekonomi kreatif pada Deputi Riset, edukasi dan pengembangan di Badan Ekonomi Kreatif, Popi Safitri mengatakan, ada tiga narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini, yakni Singgih Soesilo Kartoni (produk designer), Handoko Hendroyono (content creator book author, producer) dan Rowland Asfales (fine Artist), yang bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa, akademis, pelaku dan komunitas kreatif di Ambon untuk bagaimana melihat potensi yang ada di daerahnya masing-masing untuk dikembangkan menjadi sebuah produk unggulan.

"Saya berharap apa yang disampaikan bisa merubah mainset peserta," ujarnya.

Dikatakan, pihaknya secara bergulir menggelar Workshop Creativepreneur sesuai dengan pemetaan potensi dan permasalahan.

"Kita melakukan kegiatan ini memecahkan masalah yang ada disini. Jadi tidak saja bikin apa yang kita mau, tetapi kita melakukan koordinasini dengan pihak disini. Supaya apa yang kita lakukan tidak mubasir, asal kegiatan berjalan tidak ada apa-apa itu sayang banget," cetusnya.

Dirinya mengiginkan agar anggaran yang dikucurkan pemerintah bisan langsung dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-sehari.

Sementara itu, Ketua Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Ambon, Fentje Latulheru mengatakan, dalam workshop Creativepreneur juga dilaunching inkubator bisnis politeknik negeri Ambon.

Inkubator bisnis, menurutnya berhubungan dengan BEKRAF, yaitu melakukan pendampingan monitoring maupun pengembangan kepada pelaku bisnis yang ada di kota Ambon maupun Maluku pada umumnya.

"Selama ini orang berfikir bahwa PNS adalah tujuan utama dari pada pendidikan di perguruan tinggi, tapi seiring dengan pendidikan vokasi yang ada di politeknik negeri Ambon, maka dianggap perlu untuk merubah mainset atau pemikiran dari pada para lulusan maupun pelaku usaha untuk bisa mengembangkan bisnis menjadi lebih baik kedepan," tuturnya.

Kata Fentje, hal terasebut tertuang dalam fungsi inkubator, yakni pengembangan bisnis masyarakat melalui pendidikan, pengembangan dan pendampingan kepada tenant. Pemanfaatan sumber daya perguruan tinggi POLNAM, peningkatan fasilitas IPTEK agar bermanfaat secara maksimal, penyiapan sumber daya manusia yang memadai dengan penguatan manajemen bagi pengembangan kewirausahaan dan parawisata dan mendesain fasilitas inkubasi bagi pengembangan bisnis.
Ambon 8772087917989562380

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang