Petugas Gabungan Amankan BBM Selundupan dari Kapal Sabuk Nusantara | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Petugas Gabungan Amankan BBM Selundupan dari Kapal Sabuk Nusantara

Ilustrasi
BERITA MALUKU. Petugas gabungan pengamanan pelabuhan kelas II Saumlaki yang terdiri dari anggota KP3 dan petugas Syahbandar secara paksa menurunkan sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) yang coba diselundupkan penumpang KM. Sabuk Nusantara.

Siaran pers yang diterima Antara, Kamis (8/6/2017), menyebutkan kapal tersebut hendak bertolak dari pelabuhan Saumlaki, Maluku Tenggara Barat (MTB) menuju sejumlah pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pada Rabu malam sekira pukul 19.00 WIT, ketika aparat menurunkan puluhan jerigen berisi BBM ilegal.

Menurut Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas II Saumlaki, Ferra Juliana Alfaris, penertiban dilakukan oleh anak buahnya bersama petugas KP3 karena kapal penumpang sementara ini tidak boleh membawa bahan bakar minyak.

Setelah diusut, puluhan jerigen berisi BBM jenis bensin dan minyak tanah itu milik sejumlah penumpang termasuk anak buah kapal (ABK), yang menjual nama oknum Sub Den POM Saumlaki agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas pelabuhan.

"Saya sudah berkoordinasi dengan komandan POM dan beliau bersama anak buahnya langsung menuju pelabuhan," kata Ferra.

Minyak yang diturunkan dari kapal itu ada 19 gen, masing-masing berisi 35 liter minyak tanah, 4 jerigen berisi bensin, 4 jerigen ukuran 20 liter berisi bensin, selain 12 botol Aqua besar yang telah diisi bensin dan di pak dalam karton.

"Semuanya telah diturunkan dan di bawa ke kantor POM untuk diambil keterangannya," katanya.

Ia mengakui upaya penyelundupan seperti ini sudah sering dilakukan masyarakat yang hendak berlayar ke sejumlah wilayah di MBD, terutama saat terjadi kelangkaan BBM di daerah itu.

Komandan Sub Detasemen Polisi Militer (Sub Den POM) XVI/2-3 Saumlaki, Kapten CPM. Ronnie W.B, berdasarkan hasil interogasi terhadap empat orang pemilik BBM tersebut, dipastikan bukan milik anggotanya.

"Saya pastikan BBM ini bukan milik anggota Sub Den POM Saumlaki. Saya kaget saat dihubungi oleh kepala kantor pelabuhan, sehingga saya dan anggota langsung menuju pelabuhan untuk memastikannya, dan ternyata itu semua milik para penumpang dan bukan merupakan anggota kami," kata Ronny.

Mala Berbiru (40), salah seorang pemilik BBM tersebut, mengaku telah meminta maaf karena memakai nama Alex, seorang anggota Sub Den POM Saumlaki.

"Saya telah meminta maaf kepada komandan POM dan Pak Alex karena saya yang menggunakan nama beliau agar minyak saya bisa berhasil dimuat di atas kapal," kata warga desa Ilih, kecamatan Damer, MBD tersebut.

Ia mengaku terpaksa melakukan hal itu karena kelangkaan BBM di daerahnya.

Menurut Mala, pemilik 100 liter minyak tanah yang akan dibawanya ke MBD, harga sebotol minyak tanah di MBD mencapai Rp.15.000. Karena itu, sekalipun tahu perbuatannya melawan hukum, ia terpaksa melakukannya.
Daerah 1123478971113641054

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang