Dua Tahun Warga Dusun Sahwai SBB Tak Diberikan Raskin | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Dua Tahun Warga Dusun Sahwai SBB Tak Diberikan Raskin

BERITA MALUKU. Pembagian Beras Miskin (Raskin) yang diperuntukkan kepada masyarakat kurang mampu di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ternyata ada yang tak beres. Buktinya, selama dua tahun belakangan ini, warga Dusun Sahwai, Desa Loki, Kecamatan Huamual, SBB, tak menerima raskin lantaran diduga adanya permainan oknum Pemerintah Desa Loki.

Raskin yang diperuntukan bagi Desa Loki tak dibagikan merata ke seluruh dusun yang tersebar di desa adat tersebut, namun dibagikan kepada dusun-dusun tertentu, sementara warga Sahwai tak diperkenankan mendapatkan raskin. Ini yang membuat warga kurang mampu di wilayah tersebut mempertanyakannya.

“Setiap tahun masyarakat dusun Sahwai selalu mendapatkan raskin, tetapi sudah dua tahun ini masyarakat Sahwai tak mendapatkannya lagi. Kita disini sekitar 90 persen masyarakatnya miskin, ini tentunya memberatkan kami, tapi entah mengapa kejadian ini bisa terjadi,” ungkap La Ode Arsyad, salah satu warga dusun setempat yang juga tokoh masyarakat Sahwai kepada Berita Maluku Online, melalui telepon selularnya, Rabu (21/6/2017).

Dikatakan, tiap kali raskin dikucurkan oleh pihak berwenang, Dusun Sahwai tak diberikan jatah raskin, padahal porsi mereka sudah tersedia dan warga miskin sudah siap membelinya.

Yang dikatahui ungkapnya, itu merupakan kebijakan sepihak oknum pemerintah Desa Loki, dimana jatah untuk masyarakat dusun Sahwai dialihkan ke dusun La Ala yang merupakan dusun tetangga, selanjutnya masyarakat Sahwai dituntun untuk membelinya disana, padahal waktu-waktu sebelumnya tak seperti demikian.

“Sehingga kita duga, ini ada pemermainan antara pemerintah desa Loki dengan pemerintah Dusun La’Ala, karena mereka tak mengakui dusun Sahwai terpisah dengan mereka untuk dimekarkan, padahal mereka kan sudah tahu kalau dusun sahwai ini bukan lagi dibawah wilayah dusun La’Ala, karena dusun Sahwai sudah dimekarkan statusnya dari RT menjadi Dusun  pada awal tahun 2007, kalau menjadi masalah, lantas kenapa pihak pemerintah dusun La Ala sering perlakukan kami seperti ini,” kesalnya.

Menurut La ode, dusun Sahwai punya hak yang sama seperti dusun–dusun lainnya yang berada di desa Loki, untuk itu dirinya berharap Bupati SBB, Moh Yasim Payapo dan wakilnya Timotius Akerina dapat menyikapi hal ini.

Ditambahkan, sebenarnya dengan adanya pemberian raskin kepada warga miskin dapat meminimalisir kekurangan masyarakat terhadap ketahanan pangan dan memberikan perlindungan sosial pada rumah tangga sasaran.

Hal ini menurut La Ode, keberhasilan progran raskin diukur berdasarkan tingkat pencapaian indikator 6T yaitu, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat kualitas dan tepat administrasi.

“Program ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sasaran melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras, apalagi kondisi sekarang menjelang lebaran masyarakat sangat membutuhkannya,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Loky belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan tersebut. (IW/e)
Daerah 1318222971623031443

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang