Pemprov Usulkan Daging Beku Tidak Masuk Malut | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pemprov Usulkan Daging Beku Tidak Masuk Malut

BERITA MALUKU. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) akan mengusulkan kepada Kementerian Perdagangan agar daging sapi beku tidak masuk ke provinsi itu karena kebutuhan daging sapi di daerah tersebut dapat dipenuhi dari produksi lokal.

"Stok sapi potong di Malut cukup banyak, bahkan bisa menutup kebutuhan daging sapi di daerah ini, termasuk pada Ramadhan dan Lebaran, selama ini Malut bisa membantu stok daging provinsi lain," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Malut Asrul Gailea di Ternate, Senin (15/5/2017).

Populasi sapi potong di Malut saat ini mencapai sekitar 65.000 ekor dan dari jumlah itu setiap tahunnya mampu menyediakan produksi sapi potong sekitar 10.000 ekor per tahun, sekitar 5.000 ekor di antaranya untuk kebutuhan lokal dan lainnya dikirim ke sejumlah provinsi di Papua, Sulawesi dan Kalimantan.

Menurut Asrul Gailea, kalau daging sapi beku dimasukan ke Malut dikhawatirkan akan menimbulkan persaingan tidak sehat para pedagang sapi lokal, karena harga daging sapi beku dipatok pemerintah maksimal Rp80.000 per kg, sedangkan daging sapi lokal selama ini Rp110.000-Rp120.000 per kg.

Kalau pemasaran daging sapi lokal menjadi terganggu akibat kalah bersaing dengan daging sapi beku dari luar, dikhawatirkan pula berdampak kepada masyarakat yang selama ini begitu antusias mengembangkan sapi potong, sebagai salah satu sumber pendapatan dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Asrul Gailea menjamin walaupun daging beku tidak masuk di Malut, harga daging sapi lokal di daerah ini pada Ramadhan dan Lebaran nanti tidak mengalami lonjakan, karena sudah ada kesepakatan dengan pengusaha sapi potong setempat untuk melakukan intervensi di pasar apabila ada lonjakan harga.

Namun sebagian masyarakat di daerah itu menyayangkan kebijakan Pemprov Malut yang mengusulkan daging sapi beku tidak masuk Malut karena kalau daging sapi beku itu masuk justru akan membantu masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan harga daging yang murah.

"Pemprov Malut seharusnya tidak hanya memikirkan dari sisi pedagang sapi dan peternak sapi, tetapi juga dari sisi kepentingan masyarakat untuk mendapatkan harga daging sapi yang murah, apalagi di daerah ini masih banyak masyarakat yang penghasilannya pas-pasan," kata salah seorang warga Ternate, Rahman.
Malut 387020214067375508

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# BERITA RAMADHAN

Indeks

# PILKADA MALUKU TENGAH

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang