Kebutuhan Bahan Makan Masyarakat Maluku Masih Didatangkan Dari Luar | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Kebutuhan Bahan Makan Masyarakat Maluku Masih Didatangkan Dari Luar

BERITA MALUKU. Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff mengakui, sampai saat ini sebagian besar kebutuhan bahan makanan rakyat Maluku seperti beras, gula, terigu, telur, ayam, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, kentang, wortel dan lain-lain, masih didatangkan dari luar Maluku.

Namun dari tahun ke tahun, jumlah dan jenis bahan pangan yang kita datangkan dari luar Maluku relativ berkurang seiring dengan meningkatnya produksi pangan lokal dan berhasilnya program diversifikasi.

“Di tengah tantangan-tantangan yang disebutkan diatas, tidak ada pilihan lain buat kita kecuali bersama-sama meningkatkan produksi pangan untuk keperluan masyarakat. Kita tidak mungkin dapat memenuhi semua kebutuhan pangan kita di dunia yang mengglobal ini, paradigma baru jalan tengah perlu kita ambil. Paradigma itu adalah ; ”Eat what we and world grow – Grow what we eat”,” ujar Gubernur Maluku saat menghadiri sarasehan nasional dengan topik strategei pemerintah provinsi Maluku dalam penyediaan pangan menyongsong pengelolaan gas alam blok Masela, yang berlangsung di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Rabu (12/4/2017).

Mengatasi hal tersebut, kata orang nomor satu di Maluku, ada beberapa langkah kebijakan yang telah dan akan dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku antara lain menetapkan kawasan wilayah produksi pangan yang mengacu pada Rencana Tata ruang wilayah Provinsi Maluku dengan pendekatan gugus pulau berdasarkan potensi sumber daya alam dan berkelanjutan, meningkatkan produksi pangan melalui kebijakan ekstensifikasi, intensifikasi dan diversifikasi, membangun kawasan pangan, dimana petani akan memproduksi komoditi berdasarkan kebutuhan pasar. Beberapa input produksi akan diberikan sebagai bagian dari proses produksi untuk dapat menghasilkan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar.

Selain itu, meningkatkan peran penyuluh pertanian dalam upaya peningkatan produksi bahan pangan dan pengembangan pertanian organik. Meningkatkan akses pasar bagi produk lokal untuk menjamin produk pertanian lokal masuk dalam rantai pasokan (“supply chain”) jaringan pasar modern Super-Hypermart.

Lanjut Assagaff, mendorong peran Perguruan Tinggi untuk menghasilkan benih berkualitas dan tempat pelatihan bagi para petani. Meningkatkan kerjasama ABG (Akademisi, Bisnismen, Government) menuju Maluku mandiri Pangan. Membangun infrastruktur perhubungan (jalan, jembatan, perhubungan laut) untuk menjamin terdistribusinya bahan pangan yang mudah dan murah dari pusat produksi ke konsumen di Maluku.

Membangun sistem informasi pangan berbasis online. Mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal ; umbi-umbian, sagu, jagung. Program “one day no rice” harus terus dikampanyekan untuk membangun kesadaran masyarakat akan perlunya diversifikasi pangan kearah yang lebih beraneka ragam dan nilai gizi seimbang.

“Paradigma “kalau belum makan nasi, belum makan” harus segera kita tinggalkan,”ucapnya.

Serta menetapkan Peraturan Daerah Provinsi Maluku tentang pengelolaan dan pelestarian sagu untuk menjamin pemanfaatan dan pelestarian salah satu makanan lokal daerah Maluku.

Melalui berbagai kebijakan ini, dirinya berharap kebutuhan bahan makanan rakyat Maluku bisa teratasi dan tidak lagi didatangkan dari luar daerah.
Pemprov 8827210948415176735

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# BERITA RAMADHAN

Indeks

# PILKADA MALUKU TENGAH

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang