Warga Adat Buru Enggan Dukung Assagaff di Pilkada 2018 | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Warga Adat Buru Enggan Dukung Assagaff di Pilkada 2018

BERITA MALUKU. Warga adat Pulau Buru enggan mendukung Gubernur Maluku, Said Assagaff bila orang nomor satu Maluku itu berniat maju lagi sebagai calon pemimpin provinsi ini untuk kedua kalinya.

Alasan warga adat menolak Assagaff, lantaran sosok tersebut dinilai tak memenuhi aspirasi untuk mensejahterakan masyarakat pulau Buru selama ini, terutama menyangkut pengelolaan tambang emas gunung Botak yang berada di wilayah petuanan masyarakat adat Pulau Buru.

“Menyangkut pengelolaan gunung Botak, aspirasi kita sebagai warga adat tak didengar sama sekali. Bagaimana kita mau mendukung dia lagi menjadi pemimpin kita untuk kedua kalinya,” tandas Elvis Hukunala, Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Pulau Buru kepada Berita Maluku Online, Kamis (16/3/2017).

Hukunala yang didampingi beberapa perwakilan tokoh adat Pulau Buru mengatakan, siang tadi dirinya bersama Raja Kayeli – Pulau Buru, Andullah Wael mendatangi Kantor Gubernur Maluku hendak menanyakan atau bertatap muka secara langsung dengan orang nomor satu Maluku ini, perihal penutupan gunung Botak hingga kegiatan ‘penyisiran’ warga adat yang beraktivitas di wilayah tersebut pada tanggal 17 Maret 2017, namun mereka ditolak.

Lelaki ini menyatakan, Assagaff menolak raja dan pimpinan perwakilan tokoh adat Pulau Buru, hal itu berarti sama juga dengan warga adat Pulau Buru menolak Assagaff untuk menjadi pemimpin mereka untuk periode berikutnya.

“Jadi hak politik kita untuk beliau akan kita cabut pada Pilgub 2018 nanti,” tegas lelaki tersebut.

Hal senada disampaikan Bagin Solissa dan Anton Solisaa, dua Kepala Soa pada Kampung Grande, Kecamatan Lolong Guba, Pulau Buru.

Mereka menyatakan, tak ada gunanya mendukung para pemimpin yang tak mendengar aspirasi masyarakat kecil yang tertindas. Apalagi menyangkut persoalan gunung Botak yang selama ini menjadi hak ulayat mereka selalu dibatasi, padahal itu merupakan hak mereka.

“Buktinya, ada upaya untuk melakukan penyisiran gunung Botak. Dan kegiatan ini sebelumnya tidak berkoordinasi dengan para tua adat Pulau Buru. Ini sangat disesali,” ujar dua kepala soa tersebut.
Daerah 7026168363766225343

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang