Warga Manuwui MBD Harap Kades Baru Bawa Perubahan | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Warga Manuwui MBD Harap Kades Baru Bawa Perubahan

BERITA MALUKU. Komponen warga Desa Manuwui, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mengharapkan Fredy Reuty yang saat ini memegang tampuk pemerintahan di Desa Manuwui bisa membawa perubahan yang berarti bagi kemajuan desa adat. Pasalnya, selama ini desa Manuwui masih tertinggal bila dibandingkan dengan desa-desa lainnya.

Untuk itu, segudang harapan digantungkan kepada pemimpin desa yang baru ini agar bisa membawa Manuwui ke arah kemajuan desa sekaligus mampu merangkul masyarakat serta menciptakan keharmonisan dan kebersamaan untuk meraih mensejahterakan masyarakat, karena berkaca dari pengalaman, desa adat ini tak berkembang sebagaimana yang diharapkan.

“Kita berharap, kepala desa baru mampu membangun kerja sama dengan semua elemen masyarakat agar tercipta keharmonisan dalam masyarakat adat. Ini syarat terciptanya kemajuan, dan kesejahteraan bagi masyarat di sini. Itu yang kita ingingkan,” kata Tokoh Adat Manuwui, Aswerus Warikry kepada Berita Maluku Online, Selasa (14/2/2017).

Fredy Reuty adalah Kades yang baru saja dilantik oleh Bupati MBD Barnabas Orno dan wakilnya Benjamin Noak di penghujung tahun 2016, namun kades tersebut belum melaksanakan tugasnya, lantaran menunggu proses pelantikan secara adat oleh tokoh masyarakat adat setempat yang merupakan pra syarat menjadi pemimpin desa adat.

Pelantikan Fredy Reuty sebagai kades secara adat, baru terlaksana awal Februari 2017, dimana puncak pelantikan dilakukan dengan rangkaian acara serimonial adat naik tahta menggantikan pemimpin desa lama Obet Maressy.

Pengukuhan secara adat ini dihadiri Camat Pulau-Pulau Babar, Yan Noac serta Muspika.

Pengukuhan Adat dilakukan oleh para pemanggku Adat dari Lima Rumah Tua, yakni Rom Pokra, Rom Takoa, Rom Awna, Rom Dey, Rom Tutuly yang diwakili salah satu tokoh adat, Warikry.

Kesempatan itu diserahkan melalui simbol-simbol adat berupa pengenaan mahkota menggunakan kain basta, salah satu kain yang dianggap sakral dan bernilai sejarah.

Penyerahan sebilah parang adat yang disematkan di pinggang sebagai lambang perwira atau pemegang komando juga diakukan untuk menjaga dan melindungi masyarakat adat Manuwui dari berbagai gangguan dan ancaman. (Eko/e).
Daerah 2943765679642325897

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang