Pertumbuhan Usaha Kepuluan Aru Tertinggi di Maluku | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pertumbuhan Usaha Kepuluan Aru Tertinggi di Maluku

BERITA MALUKU. Hasil sementara tahap awal Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) oleh Badan Pusat Statistisk (BPS), mencatat Kabupaten Kepulauan Aru memiliki pertumbuhan usaha non-pertanian tertinggi di Provinsi Maluku, yakni 137,92 persen.

"Pertumbuhan usaha ekonomi non-pertanian di Kepulauan Aru cukup siginifikan jika dibandingkan dengan hasil SE2006 pada 10 Kabupaten/kota lainnya di Maluku," kata Kepala BPS Maluku Dumangar Hutahuruk, di Ambon, Jumat (2/9/2016).

Ia mengatakan kendati memiliki pertumbuhan ekonomi non-pertanian yang terbilang tinggi, jumlah usaha di Kepulauan Aru terbilang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan Kabupaten Maluku Tengah yang memiliki 38,0 ribu usaha, dan berada pada posisi tertinggi di Maluku.

Berdasarkan SE2006 di Maluku, jumlah usaha non-pertanian di Kepulauan Aru baru mencapai 2,2 ribu, kemudian meningkat tajam selama 10 tahun terakhir menjadi 5,1 ribu pada 2016.

Jumlah tersebut jauh lebih banyak jika dibanding Kota Tual yang memiliki 3,5 ribu usaha di luar sektor pertanian pada 2006, dan hanya meningkat sebanyak 39 persen pada 2016 menjadi 5,0 ribu usaha.

Nilai persentase itu juga menempatkan Kota Tual sebagai daerah dengan pertumbuhan usaha ekonomi terendah di Maluku selama 10 tahun terakhir.

"Dalam menghadapi pasar bebas terkait dengan penerapan Masyrakat Ekonomi ASEAN (MEA), kekuatan dunia usaha perlu dipetakan. Hasil SE2016 yang baru saja diselesaikan oleh kami memberikan informasi awal berapa jumlah usaha di luar sektor pertanian," katanya.

Berdasarkan hasil tahap awal SE2016, Dumangar mengatakan sedikitnya ada 149,9 ribu usaha non-pertanian yang ada di Maluku, jumlah itu meningkat sebesar 67,65 persen jika dibandingkan dengan SE2006 yang hanya terdapat 89,4 ribu usaha.

Dari 149,9 ribu usaha non-pertanian yang ada, tercatat ada 35,8 ribu usaha yang menempati bangunan khusus usaha, sedangkan 114,1 ribu lainnya adalah pedagang keliling, usaha rumahan, kaki lima dan lain sebagainya.

"Dari hasil SE2016 kiranya tantangan yang dihadapi Provinsi Maluku cukup berat di era persaingan bebas, mengingat lebih dari 76 persen usaha tidak menempati bangunan yang khusus diperuntukan bagi kegiatan usaha. Produktivitas dan daya saing usaha perlu ditingkatkan," katanya.
Ekonomi 4045867241318794477

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang