Proyek Pengeboran Sumur di Wailulu Malteng Bermasalah | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Proyek Pengeboran Sumur di Wailulu Malteng Bermasalah

BERITA MALUKU. Proyek pengeboran sumur di SP II Wailulu, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) diduga bermasalah. Pasalnya proyek yang didanai pemerintah daerah sebesar ratusan juta rupiah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Malteng untuk menyediakan air bersih bagi lahan pertanian masyarakat, tak menghasilkan air bersih.

Informasi diperoleh Berita Maluku Online, Rabu (20/7/2016), bahwa survey yang dilakukan pihak terkait untuk lahan pengeboran sumur, asal-asalan, dan dibiarkan terbengkalai.

Kontraktor pelaksana proyek sumur dangkal di SP II Wailulu, Salmon Pontoh saat dikonfirmasi mengakui, proyek tersebut bermasalah lantaran perencanaan awal tidak maksimal.

Menurutnya, tidak tersedianya air di lokasi itu, bukan salah pihaknya, tapi bagian perencanaan instansi bersangkutan.

Kata Pontoh, pihaknya hanya bekerja sesuai petunjuk teknis sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja, sehingga bila itu tak dapat menyuplai air untuk kebutuhan pertanian warga setempat, itu bukan kesalahan pihaknya sebagai pemenang tender.

"Proyek itu kita peroleh melalui tender secara professional. Itu proyek sumur dangkal untuk menyuplai air bagi lahan pertanian warga. Kontrak proyek untuk pengeboran sedalam 20 meter. Kita berinisiatif mengebor hingga 24 meter, tapi juga tidak mendapatkan air," ungkap Pontoh.

Kesalahan dalam perencanaan proyek dimaksud, menurut Pontoh terkait survey kepastian sumber air. Tidak disebutkan dalam kontrak bahwa pengeboran dilakukan hingga mendapatkan air.

"Yang jadi persoalan lagi, kawasan itu terdapat gas. Bisa saja kita lakukan pengeboran melebihi volume dengan tujuan mendapatkan air, tapi kalau terjadi semburan gas ataupun lumpur, siapa yang akan bertanggung jawab," jelasnya.

"Kalaupun harus merugi dengan menggali hingga mendapatkan air, tidak masalah, asalkan kontraknya dirubah agar ada pihak yang bertanggungjawab bila terjadi bencana semburan gas maupun lumpur seperti yang terjadi di Kobisonta beberapa waktu lalu," tambahnya.

Anggota DPRD Malteng, La Taslim menyebut, hingga saat ini tidak ada perbaikan proyek tersebut. Bahkan, sejak kasus ini dilaporkan ke Dinas Pertanian dan Peternakan yang mengalokasi anggaran untuk  proyek ini, pun tak pernah diperbaiki.

"Jauh-jauh hari kondisi sudah kita suarakan ke dinas terkait namun tak ada perbaikan hingga saat ini. Di DPRD, persoalan ini juga sudah kita sikapi tapi tak direspon positif. Besar kemungkinan ini karena kontraktor merasa dekat dengan penguasa," tegas anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional ini.

Menurut La Taslim, proyek sumur di SP II Wailulu itu perlu diusut oleh pihak Kejaksaan, bukan soal korupsinya, namun karena tidak tanggapnya pemerintah menyediakan kebutuhan air bersih bagi masayarakat.

"Untuk mendapatkan air bersih, masyarakat setempat harus menggali sumur di pinggir sungai, disaring kemudian diminum. Tapi saat musim hujan, sumur yang digali tak bisa difungsikan sama sekali seperti saat ini. Proyek seharusnya bisa menjawab persoalan masyarakat, tapi ternyata tidak," kesalnya

Sementara itu, pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Malteng belum berhasil dikonfirmasi terkait proyek itu. (NKe).
Proyek 1284119160366148854

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang