Pemukiman Warga di Ambon Terendam Banjir | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pemukiman Warga di Ambon Terendam Banjir


BERITA MALUKU. Sejak subuh, Minggu (31/7/2016) hingga siang ini, kota Ambon tak henti diguyur hujan deras, menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir, serta terjadinya peningkatan volume air di sejumlah sungai.

Salah satu pemukiman warga di Ambon yang menjadi langganan tetap banjir adalah kampung Urimessing di jalan Diponegoro, tepatnya di kawasan RT 003 / RW 004, Kelurahan Ahusen.

Berdasarkan pantauan media ini, Minggu (31/7/2016) sekitar pukul 11.00 WIT, terjadi ketinggian air di pemukiman itu mencapai lutut orang dewasa hingga memasuki beberapa rumah warga.

Peningkatan volume air di perkampungan itu akibat kurang lancarnya saluran pembuangan, selain sejumlah kebocoran pada dinding talud yang memudahkan air menerobos dari sungai ke pemukiman warga.

Warga juga sudah terbiasa mengantisipasi  pasang surutnya air laut yang juga dapat menghambat kecepatan air,  sehingga terjadi peningkatan volume air dengan cepat.

"Kalau air laut dalam keadaan surut, tentu air sungai akan mengalir lancar dan pemukiman ini bisa aman, tetapi kalau terjadi pasang laut maka dengan mudah terjadi luapan dari sungai dan kiriman air dari dataran yang lebih tinggi sehingga pemukiman ini menerima dampaknya seperti ini," kata Jefry salah satu warga yang ditemui di lokasi itu.

Sejumlah warga di kawasan ini memang sudah terbiasa dengan kondisi banjir. Karena itu, jauh-jauh hari mereka sudah mengantisipasinya saat kondisi hujan terutama cuaca ekstrim yang terjadi pada bulan Juli dan Agustus, karena pengalaman pada 30 Juli 2013 lalu terjadi banjir yang sangat parah membuat warga di perkampungan itu trauma.

Warga terlihat siaga dengan mengamankan sejumlah barang berharga ke tempat aman dan sebagian lagi berupaya mengeluarkan air dari rumah mereka.

Sampai berita ini naik, pukul 12.40 WIT, intensitas hujan masih cukup tinggi meski sesekali berhenti.

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, di Ambon, Minggu (31/7/2016), menjelaskan, bahwa hujan lebat disertai petir berpeluang terjadi di Maluku.

"Kami telah mengingatkan kondisi cuaca ekstrem sejak awal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sehingga itu hendaknya diperhatikan," kata George.

Goerge juga mengimbau warga agar mewaspadai angin dengan kecepatan lebih dari 30 km/jam berpeluang terjadi di pulau Seram, Pulau Geser, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten SBB dan Kabupaten SBT.

Sedangkan angin dengan kecepatan 25 km/jam terjadi di Kota Tual, Kota Ambon, Kabupaten MTB, Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Maluku Tenggara serta Kabupaten MBD.
Peristiwa 5938169332227044616

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang