Masalah Lahan, Proyek Pembangunan Lapangan Terbang Wahai Dihentikan | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Masalah Lahan, Proyek Pembangunan Lapangan Terbang Wahai Dihentikan

Ilustrasi
BERITA MALUKU. Proyek pembangunan sebuah lapangan bekas pendaratan helikopter yang kemudian diperluas menjadi lapangan terbang (Lapter) di desa Wahai, Kecamatan Seram Utara (Serut) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sejak 2014 lalu, kini telah dihentikan.

Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan dan Infokom Malteng, Navis Amahoru yang dihubungi, Senin (25/7/2016) menjelaskan, bahwa pembangunan lapter Wahai dihentikan karena ada persoalan status lahan.

“Kita hentikan sementara proyek ini karena ada saling mengklaim soal kepemilikan lahan oleh negeri dan kelompok masyarakat hingga ada marga tertentu yang menghambat proses pembangunan,” ujar Amahoru.

Dikatakan, lapter Wahai dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015. Namun akibat terkendala masalah status lahan, proses pembangunan tidak dapat dilanjutkan dan menunggu hingga persoalan terselesaikan baru bisa dilanjutkan kembali.

“Kami tetap siap untuk menginisiasi penyelesaian pembangunan lapter tersebut. Dan kami juga siap untuk melakukan pertemuan dengan Komisi A DPRD Malteng, pihak negeri dan pihak pemilik lahan untuk mendapatkan solusi penyelesaian,” tambahnya.

Menurut Amahoru, Pemerintah Pusat (Pempus) serius untuk mempercepat pembangunan lapter Wahai. Bahkan Pempus sudah membentuk Satuan Kerja (Satker) lapter Wahai di bawah Lapter Banda Neira.

Dikatakan, saat ini lapter Wahai sudah dilakukan pengembangan dari sisi udara (air side) dan sisi darat (land side), termasuk pengerjaan perpanjangan dan pelebaran runway dari 750 meter (Panjang) dan 23 meter (Lebar) menjadi 1.400 meter panjang dan lebar 30 meter (include taxiway dan apron).

Dan pembangun menurutnya, akan terus berlanjut dari tahun 2017 hingga tahun 2019 (multi years) termasuk membangun terminal bandara.

Sementara tokoh masyarakat Wahai, Bob dan C. Ohoiuhun kepada Berita Maluku Online, mengaku kecewa dengan dihentikannya proyek pembangunan lapter Wahai.

Mereka mengharapkan, pembangunan lapter dapat cepat selesai untuk memudahkan akses perhubungan ke wilayah tersebut.

Menurut mereka, dari tahun 80-an lapter Wahai sudah ada, hanya untuk pendaratan helikopter. Namun pada tahun 2014, lapter Wahai kemudian diperluas dan diperlebar, sayangnya proyek ini tiba-tiba dihentikan.

“Kami kecewa dengan dihentikannya proyek ini, entah apa sebab sehingga pekerjaan perluasan dan perpanjangan lapter ini dihentikan,” kata dua tokoh masyarakat ini kesal. (NKe)
Perhubungan 4554692746662117375

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang