Antisipasi DBD, Dinkes Ambon Lakukan Foging di Pemukiman Warga | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Antisipasi DBD, Dinkes Ambon Lakukan Foging di Pemukiman Warga

BERITA MALUKU. Dinas Kesehatan Kota Ambon, Maluku, melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah permukiman warga yang terindikasi menjadi sarang nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Pengasapan dilakukan di dua kelurahan di Ambon yakni Urimessing dan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, guna mengantisipasi penyebaran DBD karena di dua kelurahan ini tujuh warga terindikasi terserang DBD, kata petugas lapangan Dinkes Ambon, Reizon Matitale di Ambon, Selasa (26/7/2016).

"Pengasapan dilakukan guna memberantas serta memutuskan mata rantai penularan nyamuk Aides aigepty. Diharapkan dengan penyemprotan dan pengasapan di kawasan yang terindikasi DBD, nyamuk yang mengandung virus DBD akan mati," katanya.

Ia mengatakan, pengasapan intensif dilakukan karena kasus DBD di Ambon mengalami peningkatan menjadi 139 penderita hingga Juli 2016.

"Sampai dengan Juni 2016 tercatat 139 kasus DBD di Ambon dengan tujuh orang di antaranya meninggal dunia.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pada 2015 sebanyak 25 kasus, sedangkan hingga Juli 2016 telah mencapai 139 kasus tujuh diantaranya meninggal dunia.

Reizon mengakui, penyebaran penyakit DBD di Ambon tersebar di seluruh kecamatan. Beberapa kawasan diantanya merupakan endemis DBD yakni Kayu Putih, Passo, Hutumuri, Leahari dan Batu Merah.

Mengantisipasi peningkatan kasus DBD, pihaknya melakukan pengasapan di kawasan yang merupakan endemis DBD yakni kelurahan Urimessing dan Mangga Dua dan dilanjutkan di sejumlah kawasan lain.

"Pengasapan dilakukan secara terpadu, sebagai upaya mengantisipasi penyebaran DBD di Ambon. Pengasapan merupakan langkah terakhir pencegahan yang terpenting adalah kesadaran masyarakat untuk melakukan membersihkan lingkungan," katanya.

Menurut dia, pengasapan bukanlah solusi utama pencegahan DBD, tetapi yang terpenting adalah menjaga kebersihan lingkungan.

"Pengasapan bukan solusi pencegahan. Terpenting adalah menjaga kebersihan masing - masing tempat tinggal karena nyamuk demam berdarah senang hidup di genangan air bersih," tandasnya.

Ditambahkannya, interval waktu yang dibutuhkan untuk membunuh nyamuk beserta jentik adalah dua minggu. Pekan pertama dilakukan pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa dan minggu selanjutnya jentik nyamuk di sekitar lokasi.

Kewaspadaan warga dilakukan dengan gerakan Pemberantasan Sarang dan Jentik Nyamuk (PSJN), serta pelatihan kader Pantauan Jentik Berkala (PJB).

PSJN dan PJB tersebut dilakukan di tempat umum yakni lingkungan perumahan warga, sekolah dan lokasi kantor.

"Kami juga telah melatih kader PJB yang terdiri dari gerakan Pramuka, korps sukarela (KSR) di sekolah-sekolah, PKK dan karang taruna di setiap desa," ujarnya.
Kesehatan 2282558522554853340

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang