Ratusan Juta Sudah Digelontorkan, Program Sanitasi Masyarakat di Ridol MTB Tak Beres | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Ratusan Juta Sudah Digelontorkan, Program Sanitasi Masyarakat di Ridol MTB Tak Beres

BERITA MALUKU. Program Sanitasi Masyarakat milik pihak Kementrian Kesehatan RI tahun 2015 di Desa Ridol, Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut), Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) untuk membangun 50 unit WC (Water Closet) yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku ternyata tak beres.

Padahal sesuai informasi, untuk program ini, telah digelontorkan uang negara sebanyak Rp600 juta untuk menyelesaikan kegiatan pembangunan kesehatan di lingkungan masyarakat sebagaimana kebijakan dan strategi pihak Kementrian Kesehatan RI dalam kegiatan pembangunan sanitasi di daerah.

Pantauan Berita Maluku Online di Desa Ridol, Kamis (9/6/2016) belum seluruh unit WC dibangun, hanya sekitar 19 unit WC yang baru terlihat sudah dikerjakan di 19 rumah penduduk (miskin) yang berada di wilayah perbukitan desa tersebut.

Pekerjaan ini ditangani pihak koordinator atau pendamping tingkat kecamatan yang dipercayakan Dinas PU Maluku kepada Luther Wahilatwan, sementara sisa unit WC lainnya belum dibangun di rumah-rumah warga yang sudah terdaftar.

Parahnya, 19 unit WC yang sudah dibangun terkesan dikerjakan asal-asalan. Buktinya, selain dibuat satu buah septik tank (Kolam) di lokasi Pasar Larat untuk menampung tinja/kotoran dari buangan WC tersebut, pipa – pipa saluran dari 19 unit WC itu tak ditutupi dengan baik sehingga menimbulkan bau busuk yang cukup menyengat hidung, kondisi ini kemudian menjadi keluhan rutin masyarakat setempat.

Luther Wahilatwan yang dikonfirmasi terkait penanganan pengerjaan WC tersebut terkesan berkelit dengan keberadaan ralitas pekerjaan yang ditanganinya.

Dia bahkan mengaku pekerjaan WC sudah ditangani sebagaimana mestinya sebab dana sudah seratus persen dicairkan untuk menuntaskan proyek tersebut.

“Hanya sisa beberapa unit WC saja, sehingga dalam waktu dekat kita akan menyelesaikannya, termasuk menutupi pipa–pipa tersebut,” ujarnya.

Tinus, staf Wilayah II Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (PK PAM) Dinas PU Provinsi Maluku yang dihubungi sempat kaget dengan laporan pekerjaan program sanitasi itu.

Dia berjanji akan memaksa koordinator atau pendamping lapangan (Luther Wahilatwan, Cs) supaya secepatnya menyelesaikan proyek tersebut. (THe)
Daerah 3426351787365038811

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang