Bupati Minta Masyarakat Malteng Hidup Rukun dan Damai | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Bupati Minta Masyarakat Malteng Hidup Rukun dan Damai

BERITA MALUKU. Bupati Maluku Tengah (Malteng), Tuasikal Abua meminta kepada masyarakat Malteng selalu hidup dalam suasana rukun dan damai, baik itu di dalam masing-masing negeri/desa maupun antar negeri/desa tetangga dengan tidak membedakan suku, ras, golongan dan agama.

Hal ini diutarakan bupati kepada berita Maluku Online, Senin (27/6/2016) menyikapi rekonsiliasi antara dua negeri bertetangga di Kecamatan Leihitu – Negeri Mamala dan Negeri Morela.

Bupati berharap, perdamaian antar dua negeri bertetangga, apat dijadikan momentum rekonsiliasi bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Maluku Tengah. Utamanya, negeri-negeriyang punya sejarah konflik sosial.

"Rekonsiliasi Mamala – Morela selain harus jadi momentum bagi seluruh masyarakat di seluruh negeri di Maluku Tengah untuk senantiasa hidup berdampingan secara rukun dan damai menurut adat istiadat dan budaya orang Maluku dalam balutan Bhineka Tunggal IKa," seru bupati.

Dikatakan, semangat primordialisme dan kecintaan yang besar kepada negeri sendiri sangat dibutuhkan dalam konteks memajukan negeri. Namun, semangat ini jangan diaktualisasikan dalam konteks negatif yang bisa menghadirkan fanatisme kewilayahan yang keliru dan berlebihan, yang pada saatnya dapat memicu gesekan antar masyarakat.

"Semangat persaudaraan dan kekeluargaandalam bingkai budaya Pela Gandong harus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jauhi tindakan dan perilaku yang dapat berimbas pada perpecahan dan konflik antar negeri maupun antar wilayah,” imbau bupati.

Sebaliknya, dikatakan, semangat primordialisme harus dikemas menjadi pendorong semangat sekaligus sebagai stimulan untuk bersaing secara sehat dan konstruktif dengan menampilkan potensi, kemampuan serta keunggulan-keunggulanyang dimiliki oleh tiap-tiap negeri.

"Sebab, semangat primordialisme adalah jati diri dari kearifan lokal dan budaya orang Maluku dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteaan daerah ini," serunya.

Diyakini bupati bahwa baik masyarakat di Negeri Mamala dan Morela maupun masyarakat Malteng secara keseluruhan, sudah tidak lagi terjebak pada pikiran-pikiran, sikap dan tindakan yang kontra produktif. Pada sikap yang dapat memunculkan keretakan budaya, hubungan sosial, dan kemerosotan moral individu.

"Bangunan hidup yang didasari oleh cinta kasih,  kebersamaan, dan persaudaraan seyogyanya adalah modal penting bagi kita dalam mewujudkan Maluku Tengah yang berkualitas, sejahtera, damai, dan berkeadilan,” tandasnya. (NKe)
Daerah 7141341921347846562

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang