Dua Mahasiswi Kota Ternate Ditahan Terkait Jaringan Prostitusi | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Dua Mahasiswi Kota Ternate Ditahan Terkait Jaringan Prostitusi

BERITA MALUKU. Dua mahasiswi di Kota Ternate, Maluku Utara ditangkap Tim Satpol PP karena masuk dalam jaringan prostitusi dan menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK).

"Prostitusi di kalangan mahasiswi di Ternate terbongkar setelah Irwan Mahmud (25) Alias Kaka seorang Waria asal Morotai yang berprofesi sebagai mucikari ditangkap bersama dua wanita berstatus sebagai mahasiswi di kampus negeri," kata Kasatpol PP Kota Ternate, Fhandy di Ternate, Senin (16/5/2016).

Penangkapan dilakukan langsung oleh Kasatpol PP Kota Ternate, Fhandy pada Sabtu (14/5) akhir pekan lalu dengan menyamar sebagai pelanggan untuk memesan wanita yang dijual oleh Irwan.

Awalnya, Fhandy melakukan negosiasi dengan Irwan dan memboking dua wanita, setelah terjadi kesepakatan dengan Kasatpol PP, Irwan kemudian menghubungi dua orang perempuan, mereka bertemu di Losmen Family kelurahan Tanah Tinggi Ternate.

Berselang beberapa menit, dua wanita yang dihubungi Irwan tersebut tiba di losmen. Saat akan masuk ke kamar yang sudah dipesan, mereka disergap oleh anggota Satpol PP dan dua wanita tersebut adalah YN (26) dan SL (26) langsung dibawa ke kantor Satpol PP bersama dengan Irwan.

Setibanya di kantor Satpol PP, mereka diinterogasi oleh petugas dan dari penuturan dua Mahasiswi ini, ternyata diketahui pelanggan mereka mayoritas dari kalangan pejabat di lingkup Pemprov Malut, anggota DPRD dan Pejabat Kabupaten Pulau Morotai.

Hal itu terbukti dari daftar pesanan yang telah direkap oleh sang Mucikari juga pembicaraan Irwan (Mucikari; red) dengan Anggota DPRD Malut serta pejabat Pemkab Pulau Morotai.

Sementara itu, pelaku Irwan ketka dihubungi mengakui, ada beberapa pejabat di lingkup Pemprov Malut serta pejabat yang berada di lingkup pemerintah kabupaten pulau morotai yang sering sering menghubunginya untuk meminta foto dari para wanita tersebut.

Irwan mengaku, usaha bisnis lendir sudah dijalaninya setahun belakangan ini dan untuk tarif, kata Irwan, dibanderol seharga Rp500ribu hingga Rp800 ribu per satu kali kencan alias sekali pakai.

Bahkan, ada anggota DPRD inisial WZI, memesan kepada saya lalu meminta mengirim foto dan menanyakan apakah perempuan yang ada di foto ini masih gadis atau sudah janda dan langsung membuat jajji bertemu untuk membicarakan lebih lanjut.
Malut 3536166399842057149

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang