Tak Bayar Gaji dan Tunjangan, DPRD Desak Copot Direktur RSUD Haulussy Ambon | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Tak Bayar Gaji dan Tunjangan, DPRD Desak Copot Direktur RSUD Haulussy Ambon

BERITA MALUKU. Kekurangan tenaga dokter, bukan menjadi alasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. M. Haulussy, Ambon belum maksimal dalam hal pelayanan.

Pelayanan yang belum maksimal tersebut ternyata dilatarbelakangi belum dibayarnya gaji security serta tunjangan tenaga dokter, bidan/perawat selama empat bulan.

“Bukan hanya itu, tunjangan BPJS yang seharusnya didapat oleh dokter dan bidan/perawat tidak dibayar dengan benar, sehingga pelayanan di RSUD Haulussy juga tidak berjalan dengan maksimal,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbaw kepada wartawan di balai rakyat Karang Panjang, Ambon, Rabu (13/4/2016).

Rahakbaw mencontohkan, security yang masuk di tahun 2008 hanya digaji Rp1 juta bahkan ada yang Rp600 ribu tanpa mendapatkan uang makan dan transportasi. Dan yang lebih parahnya lagi, sampai tahun ini gaji Security tidak sesuai UMR.

“Gaji yang diberikan juga tidak tepat waktu, misalnya gaji yang harus didapatkan tanggal 30 Febuari 2016 lalu, diperoleh tanggal 20 Maret tanpa diberikan uang transportasi dan uang makan. Jika dibayar begitu lama, lalu istri dan anak mereka mau makan apa?” ucapnya.

Menindaklanjuti hal ini, Rahakbauw meminta Gubernur Maluku, Said Assagaff untuk mencopot Direktur RSUD Haulussy Ambon. Dan dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengaudit keuangan yang ada di rumah sakit terkenal di Maluku ini.

Molornya pembayaran gaji dokter, bidan/perawat serta security, Rahakbauw menganggap kinerja DPRD sangat lemah dalam melakukan pengawasan terkhsusunya komisi D yang merupakan mitra dari RSUD Haulussy.

“Oleh karena itu besok saya minta rapat dengan Komisi D, karena hal ini merupakan kebobrokan yang terjadi di RSUD Haulussy Ambon, yang harus diusut sampai tuntas,” tuturnya. 

Kata Rahakbauw, setelah rapat bersama dengan Komisi D, pihaknya langsung melakukan inspeksi di RSUD Haulussy, guna menindaklanjuti keluhan dari dokter, bidan dan tenaga lainnya.

“Permainan ini harus dibongkar, karena Direktur tidak bijaksana dengan memangkas biaya jasa dari tenaga medis sehingga berdampak terhadap kinerja yang tidak maksimal dalam melayani masyarakat,” tuturnya.
Headline 2921373328417817976

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang