Kecewa Janji Politik, Masyarakat Huamual Buka Akses Jalan Sendiri | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Kecewa Janji Politik, Masyarakat Huamual Buka Akses Jalan Sendiri

BERITA MALUKU. Gerah karena infrastruktur jalan di daerhanya hanya menjadi komoditas politik, yakni hanya menjadi ajang janji-janji saat kampanye Kepala Daerah maupun pemilihan DPRD setempat, masyarakat Huamual mulai ambil langkah.

Sudah sebulan ini, masyarakat Huamual berbondong-bondong mulai mengerjakannya jalan lintas desa secara manual, dengan peralatan seadanya yakni lingis, cangkul, sekop serta kayu gelondongan yang berfungsi memadatkan dan meratakan jalan tanah tersebut mereka bergotong-royong.

Hal ini sangat disayangkan, mengingat kecamatan Huamual, kabupaten SBB dihuni oleh hampir 20 ribu pemilih, yang berdiam di desa Luhu, terdiri dari 19 dusun petuanan.

Semestinya menjadi barometer pembangunan di kawasan tersebut, tetapi nyatanya hingga kini infrastrukur jalan masih terisolasi, hal ini diungkapkan oleh kepala dusun Nasiri, desa Luhu, Made Ishak kepada media ini di kediamannya pekan kemarin.

Menurut Made Isak, jalan lintas Huamual seringkali dijadikan komoditas politik dan topik utama kampanye pada saat pemilihan Bupati dan DPR, namun setelah mereka terpilih, jalan tersebut mereka abaikan dan tidak diperhatikan.

Kisah pahit ini kita alami sampai saat ini sejak SBB Mekar dan terlepas dari Maluku Tengah,” sesalnya.

Dijelaskan Made Ishak,selain dihuni oleh jumlah penduduk yang banyak, daerah Huamual juga memiliki kekayaan alam yang melimpah, sehingga harus ditopang oleh sarana transportasi yang memadai, pasalnya kekayaan alam tersebut harus dapat dipasarkan ke pusat–pusat kota yang berimbas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Samhadi, Tokoh Masyarakat Dusun Nasiri. Ia menyatakan sejak Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan DPRD di SBB, semua Caleg dan para kadindat calon Bupati dan DPRD menjanjikan pembukaan jalan Huamual dalam kampanye, namun setelah terpilih, janji- janji itu diabaikan.

Kita sudah bosan dengan janji pemerintah soal jalan tak kunjung tiba,” ungkapnya.

Akhirnya karena kecewa, maka masyarakat Huamual memilih mengambil jalan Pintas dengan mengerjakan sendiri jalan mereka secara manual.

Terkait progress pengerjaan jalan tersebut, Made Isak menjelaskan, pembukaan jalan telah berjalan hampir satu bulan, dan direncanakan pekerjaan jalan untuk tahap pertama, mulai menghubungkan Dusun Nasiri dan Dusun Lirang sejauh 3 Km, dengan lebar jalan 3 meter.

Kini masyarakat baru berhasil menggali jalan sejauh 1 Km karena terbatasnya peralatan.

Tenaga pengerjaan jalan tersebut berasal dari tenaga sukarela dari Dusun Nasiri, Talaga, Limboro, Mangge Mangge dan dusun-dusun lainnya yang bertetangga. Untuk konsumsi mereka juga membawa makanan sendiri dari rumah, pekerjaan ini dilakukan hari Jumat dan Minggu,“ rinci Ishak Made.

Ishak mengharapkan, dengan dibukanya jalan tersebut, akan mempermudah masyarakat untuk bepergian menggunakan kenderaan roda dua, sekaligus memperlancar akses perekonomian masyarakat dusun, desa maupun kecamatan di Huamual. (NK)
Daerah 4002794096120820671

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang