Polisi Tewaskan Warga Saat Bentrok Ditetapkan Sebagai Tersangka | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Polisi Tewaskan Warga Saat Bentrok Ditetapkan Sebagai Tersangka

BERITA MALUKU. Kapolda Maluku Utara (Malut), Brigjen Pol Zulkarnain menyatakan oknum anggota polisi Dalmas Polres Ternate berinisial Bripda AF, sopir mobil Dalmas yang menabrak warga di lokasi bentrok antar-warga di Ternate, Minggu (10/1) sudah ditetapkan tersangka.

"Bripda AF kini sudah ditahan dan dipastikan akan diproses hukum lebih lanjut. Jadi tidak ada yang dilindungi dalam kasus tersebut," kata Kapolda usai menjenguk salah satu korban yang ditabrak anggota Polisi di Rumah Sakit Tentara Ternate, Senin (11/1/2016).

Bripda AF saat mengemudikan mobil Dalmas yang membawa belasan anggota Dalmas Polres Ternate untuk mengamankan bentrok antar-warga Toboko dan Kota Baru di Ternate.

Saat mengemudi mobil sempat menabrak sejumlah warga yang mengakibatkan, salah seorang warga bernama Julkifli Hasim (23 tahun) meninggal dan salah satu anak bernama Muhammad Fitra (13 tahun) luka berat.

Sedangkan tewasnya seorang warga di lokasi bentrok yang diduga akibat terkena tembakan anggota polisi, kini dalam proses penyidikan untuk memastikan apakah yang menembak adalah anggota polisi atau pihak lain.

Peluru yang biasa digunakan polisi untuk pengamanan aksi kerusuhan atau bentrok adalah peluru karet, sedangkan peluru yang mengakibatkan tewasnya seorang warga bernama Dedy Rizaldi Ridwan (29 tahun) akibat terkena peluru tajam.

Menurut Kapolda, empat anggota polisi yang membawa senjata saat penanganan bentrok tersebut sedang diperiksa, selain itu, penyidik terus meminta keterangan dari saksi di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), karena mereka melihat langsung peristiwa itu.

Akibat insiden tersebut, membuat arus lalu lintas di Kota Ternate mengalami kemacetan panjang, karena jalan dua jalan utama di kawasan Mangga Dua Pantai dan Toboko ditutup massa, sehingga arus lalulintas menggunakan jalan alternatif dengan kemacetan hingga 4 km.

Sementara itu, Jusuf Sunya, orang tua korban tabrakan anggota Dalmas, meminta agar Komnas HAM bisa mengusut tuntas kasus dibalik tewasnya dua warga dan tiga warga lainnya mengalami luka tembak anggota kepolisian. 
Malut 7972496742579722677

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang