Korban Kebakaran Pasar Tual Butuh Perhatian Pemerintah | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Korban Kebakaran Pasar Tual Butuh Perhatian Pemerintah

BERITA MALUKU. Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemkot Tual diharapkan memperhatikan nasib para pedagang yang menjadi korban kebakaran pasar Tual pada Jumat, (2/10) lalu.

"Kami juga berharap aga Pemkot Tual segera merehabilitasi kembali pasar tersebut agar para pedagang bisa menjalankan aktivitasnya," kata Wakil Ketua DPRD Kota Tual, Hasan Renuryaan yang dihubungi dari Ambon, Kamis (15/10/2015).

Akibat musibah tersebut, kerugian yang timbul bukan hanya dialami para pedagang tetapi masyarakat setempat juga ikut merasakan akibat aktivitas jual beli jadi terganggu.

Menurut Hasan, musibah kebakaran pasar sekitar pukul 20.30 WIT itu telah menghanguskan ratusan toko dan lapak karena kencangnya tiupan angin sehingga sangat cepat melahap bangunan toko dan kios-kios pedagang.

Dia meminta agar Pemkot Tual memberi perhatian memadai atas kebakaran yang melanda pasar kebanggaan masyarakat setempat dan menjadi pusat dagang serta ekonomi sejak didirikan beberapa tahun lalu. Pasar ini sudah empat kali mengalami kebakaran.

Karena sedikitnya ada 466 kios yang hangus terbakar. Kita syukuri tidak ada korban jiwa namun kios yang terbakar menyebabkan aktifitas ekonomi di pasar tersebut menjadi sangat terganggu," tandasnya.

Dari 466 kios yang terbakar, terdapat 96 kios milik Pemkot Tual yang musnah, sedangkan sisanya adalah swasta.

"Para pedagang mengeluh karena kurangnya pengawasan keamanan pasar serta kewaspadaan dini terhadap kebakaran pasar," Hasan.

Paskakebakaran pada 2 Oktober, DPRD Kota Tual telah memberi respon dengan mengunjungi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Respon cepat dalam bentuk kunjungan lapangan ini untuk melihat dampak kebakaran dan tindak lanjut yang dapat dilakukan agar pasar tersebut segera dipulihkan," tandasnya.

DPRD Kota Tual juga membuat rapat dengar pendapat dengan Pemkot setempat dengan mengundang para pedagang.

"Kami mendorong agar Pemkot memberi perhatian serius antara lain mempercepat rehabilitasi pasar Tual agar ada kepastian kelanjutan usaha para pedagang. Mata pencaharian ratusan pedagang harus dilindungi," tegasnya.

Para korban kebakaran juga perlu diberi perhatian khusus dalam menyalurkan santunan di mana Pemkot Tual telah menyepakati pemberian santunan sebesar Rp2 juta/pedagang serta dibebaskan dari pajak dan retribusi selama satu tahun guna pembenahan usahanya.

Ketua Komisi D DPRD Propinsi Maluku, Suhfi Majid menandaskan jika perbaikan tata kelola pasar harus dilakukan oleh Pemkot Tual.

"Empat kali peristiwa kebakaran yang melanda pasar Tual adalah problem serius dari model pengelolaan pasar," katanya.

Diaa mengimbau agar sistem antisipasi dini terhadap kebakaran untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran atau masalah lainnya.

"Ada ratusan kios dan lapak yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Mereka harus diberi perlindungan, agar usahanya jangan sampai hilang karena kebakaran," ujar Suhfi Madjid.

Tanggung jawab rehabilitasi pasar harus diprioritaskan oleh Pemkot Tual. Pasar memang butuh direhabilitasi agar pemulihan ekonomi harus dilakukan guna membantu mempercepat normalisasi usaha para pedagang. (Ant/bm 01)
Daerah 6821012597943888266

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang