Pontoh: Penderita Kaki Gajah di Maluku Rendah | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pontoh: Penderita Kaki Gajah di Maluku Rendah

BERITA MALUKU. Provinsi Maluku tidak termasuk daerah yang endemik penyakit kaki gajah (Filariasis) dengan jumlah penderita relatif rendah dari 1,8 juta jiwa penduduk setempat.

Kadis Kesehatan Maluku, Ike Pontoh, di Ambon, Senin (10/8/2015), mengatakan, jumlah penderita kaki gajah di sembilan Kabupaten dan dua Kota relatif rendah.

"Saya tidak hafal datanya. Namun, penderitanya relatif kecil sehingga tidak termasuk daerah penularan endemik," ujarnya.

Hanya saja, menurut Ike, itu tidak berarti semua penderita kaki gajah terdata di Pustu, Puskesmas dan rumah sakit yang tersebar di sembilan Kabupaten dan dua Kota.

"Jujur kita terkendala karakteristik wilayah berupa kepulauan sehingga kesulitan komunikasi. Apalagi, belum dihadapkan dengan 92,4 persen dari wilayah Maluku seluas 712.479,69 KM2 adalah laut," katanya.

Karena itu, melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dijadwalkan mencanangkan gerakan Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (BELKAGA) di Kota Ambon pada 19 Agustus 2015.

Tujuannya adalah mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah pada 2020.

"Pastinya, keberhasilan mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah ditentukan oleh dukungan semua pihak, baik di jajaran pemerintah maupun seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan swasta dan dunia usaha," tegas Ike.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengemukakan, mewujudkan Indonesia bebas kaki gajah pada 2020, nantinya setiap penduduk Kabupaten/Kota endemik kaki gajah akan serentak minum obat pencegahan setiap bulan Oktober selama lima tahun berturut-turut.

Untuk pencegahan, obat ini cukup diminum satu kali dalam setahun, namun harus diminum berturut-turut selama lima tahun," katanya.

Data Kementerian Kesehatan saat ini sebanyak 242 Kabupaten/ Kota tergolong daerah endemik kaki gajah.

Sebanyak 46 di antaranya telah melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Filariasis selama lima tahun. Sementara 195 kabupaten kota akan melaksanakan POPM sampai dengan tahun 2020 dengan jumlah penduduk sebesar 105 juta jiwa yang merupakan sasaran pencegahan.

Kaki gajah termasuk jenis penyakit menular, berbahaya serta bisa menimbulkan cacat fisik bagi sipenderita. Dalam dunia kesehatan, kaki gajah dikenal sebagai Filariasis yang disebabkan oleh Cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk.

Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.

Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki.

Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga menjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. (ant/bm 01)
Kesehatan 970630600776572348

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang