Peneliti UGM: Ambon Menarik, Jadi Contoh Kota di Indonesia | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Peneliti UGM: Ambon Menarik, Jadi Contoh Kota di Indonesia


Ambon - Berita Maluku. Kota Ambon menarik perhatian bagi dua peneliti dari Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan Universitas Gajah Madah (PSPK UGM) Jogjakarta, berkaitan dengan pelayanan publik terhadap masyarakat adat di daerah ini.

Kedua peneliti, AB. Widyanta, MA dan Ayu Diasti Rahmawati yang ditemui di gedung DPRD Kota Ambon, Rabu (10/6/2015) mengaku, mereka memilih kota Ambon sebagai sebuah kawasan percontohan karena memiliki multikulturalisme dengan masyarakat adat yang pluralisme yang dapat dijadikan sebagai contoh.

"Pelayanan publik terhadap masyarakat ini seperti apa? Jadi ini respons kami tentang bagaimana gerakan masyarakat adat merepresentasikan hak-hak mereka. Bagaimana masyarakat menuntut hak pelayanan mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam melakukan kebijakan pelayanan publik. Kemudian bagaimana keberagaman kondisi masyarakat dengan adat istiadat, etnis, agama serta bagaimana mengelola keberagaman seperti apa, ini yang menjadi perhatian kami," kata Widyanta usai melaukan pertemuan dengan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Ambon.

Menurut Widyanta, Ambon bisa menjadi salah satu praktisi dalam kaitan dengan multikulturalisme masyarakat adat yang pluralisme, dimana masyarakat hidup saling berdampingan, satu dan lain yang saling mendukung.

"Tapi kehidupan yang plural dalam multikultural ini yang kemudian perlu dilihat lagi bagaimana kita bisa merevitalisasi tentang power terhadap potensi-potensi yang ada pada mereka," katanya.

Terkait soal implementasi, menurutnya Indonesia membutuhkan contoh yang baik seperti yang terjadi saat ini di Ambon.

"Saya kira Indonesia membutuhkan semacam prespektif contoh-contoh baik seperti Ambon ini, dan ini bisa direplikasi ke banyak tempat yang lain yang memiliki potensi yang juga hampir sama pluralitasnya maupun multikulturalnya. Kehidupan seperti apa yang diimplementasikan dan direplikasikan ke tempat lain," jelas Widyanta.

Kedua peneliti ini juga menilai, bahwa kota Ambon bisa menjadi barometer di Indonesia terkait multikuluralisme yang plural yang mampu dikelola secara baik.

"Seperti di Jogjakarta yang ada multikultural dan pluralisme, tetapi di Ambon ini sangat spesifik. Ambon, Maluku kan negeri raja-raja, ini menunjukan sebuah kawasan di tanah air yang memiliki keberagaman kondisi masyarakat yang adat istiadat, etnis, agama maupun bahasa. Keberagaman inilah yang mampu mereka kelola dengan baik, sehingga dapat dijadikan barometer," jelas peneliti ini.

Selain itu, untuk mengartikulasikan kepentingan antara masyarakat dengan pemerintah terkait persoalan politik, menurutnya kehidupan yang plural dalam multikultural ini perlu ada pengembangan kapasitas dalam mengartikulasikan kepentingan politik sehingga menjadi sebuah cerminan antara govermen, parlemen, partai dengan komunitas rakyat sipil.

"Ini agar bisa membentuk sebuah sinergisitas politik yang memang substansial, sehingga hak-hak masyarakat bisa terjamin dan terlayani," sebutnya.

Konteks lain yang menarik bagi penelitian mereka adalah proses sebelum dan sesudah desentralisasi serta kondisi dimana kota Ambon pernah mengalami kerusuhan dimasa lalu. (wage)
Indeks 7669543044213898692
Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang