KPA Temukan 41 Kasus Baru Penderita HIV/AIDS di Kota Ambon | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

KPA Temukan 41 Kasus Baru Penderita HIV/AIDS di Kota Ambon


Ambon - Berita Maluku. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kota Ambon, Maluku mendata 41 kasus temuan baru penderita virus penyakit mematikan tersebut.

"Hingga Juni 2015 terdata sebanyak 41 temuan di Kota Ambon, sehingga menjadi perhatian bersama seluruh pihak untuk menangani kasus tersebut," kata Wakil Wali Kota Ambon Sam Latuconsina selaku Ketua Pokja KPA Kota Ambon, dalam pertemuan koordinasi Pokja PMTS, Rabu.

Ia menyatakan, penyebaran HIV/AIDS di Maluku yang terbesar di Kota Ambon dan penderita tersebar di lima kecamatan.

"Tahun 2015 terhitung Januari hingga Juni terdata 41 kasus baru yang menyebar.Saya sudah instruksikan Dinkes Ambon untuk memberikan ruang penganggaran guna pencegahan dan penanggulangan," katanya.

Sam mengatakan, kasus baru berarti penyebaran baru dan hal tersebut jelas sangat mengkhawatirkan.

"Saya juga telah merekomendasikan kepada pokja untuk mengambil langkah eksterm yang pertama adalah pengawasan lokalisasi tanjung batu merah, karena lokasi tersebut merupakan pusat penyebaran," tandasnya.

Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sementara mempertimbangkan aktivitas di lokalisasi tanjung Batu Merah.

Yang menjadi persolana lanjutnya, apakah lokalisasi tanjung harus ditutup aktivitasnya atau tidak. Hal tersebut membutuhkan evaluasi lintas sektor.

"Langkah tersebut akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, tidak bisa kebijakan diambil sendiri, karena akan ada dampak sosial baik secara ekonomi maupun secara penyebaran HIV/AIDS itu sendiri," tandas Sam.

Diakuinya, saat ini lokalisasi tanjung Batu Merah sebanyak 178 WPSL beraktivitas, dan yang telah terinfeksi HIV/AIDS sebanyak 20 penderita, 14 di antaranya merupakan penderita lama dan enam penderita baru di tahun 2015.

"Data tersebut merupakan pekerjaan rumah besar bagi Pemkot Ambon, sampai saat ini kita belum bersepakat atau melanjutkan tetapi kenyataan yang terjadi lokasi tersebut telah dijadikan transaksi seksual yang berdampak pada timbulnya penderita baru," ujarnya.

Sam menambahkan, HIV/AIDS merupakan masalah penting di Indonesia, khusunya kota Ambon sehingga diperlukan program yang komprehensif dan terukur bukan hanya Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) tetapi seluruh pihak guna menghambat penyebaran penyakit mematikan tersebut.

"Upaya sosialisasi dilakukan dengan melakukan survey sambil melakukan konfirmasi dengan KPA, klinik dan LSM guna pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS," katanya. (ant/bm 01)
Kesehatan 1315825191442350941
Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang