Kota Ternate Kembangkan Industri Bambu Turul | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Kota Ternate Kembangkan Industri Bambu Turul

Ternate - Berita Maluku. Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) memiliki pusat pengelolaan produk bambu tutul, setelah pemerintah kota setempat menetapkan Kelurahan Marikrubu di kawasan Tongole sebagai pusat kerajinan sekaligus kampung bambu.

Direktur PT Tabadiku Air Tege-Tege Asman Ali di Ternate, Sabtu (13/6/2015), mengatakan, produksi kerajinan bambu tutul ini telah berjalan turun temurun, dan kini dijadikan Industri Kecil Menengah (IKM) agar memiliki proyeksi yang lebih jelas.

"Memang, pemerintah juga bantu untuk memberikan pendampingan, sehingga para pengrajin bisa pergi ke Surabaya, Jogja, Semarang, bahkan ke Bali untuk belajar lebih dalam lagi," katanya.

Menurut Asman, usaha bambu tutul ini dibentuk sejak tahun 2008 dengan jumlah karyawan tujuh orang. Pemerintah kota Ternate pun memberikan bantuan dengan mendatangkan pengrajin dari pulau Jawa untuk mengasah ketrampilan mereka.

"Sebelumnya juga pernah dipakai tenaga yang didatangkan dari Pulau Jawa untuk memberikan pelatihan mengenai pengelolaan produk bambu tutul untuk pembuatan berbagai kursi," katanya.

Pemasaran produk bambu tutul Ternate difasilitasi oleh Degranasda melalui Swalayan Tara No Ate. Harga yang dipatok pun berfariasi tergantung dari jenis produk apa yang dipesan.

"Ada yang harganya Rp2 juta, tapi harganya berVariasi tergantung jenis produk, misalnya bingkai foto, baki, lampu, pot bunga, tampa sampah, kursi, tempat tidur, lemari dan lain-lain," katanya.

Asman berharap IKM bambu tutul dapat berkembang pesat sehingga menyerap tenaga kerja untuk menekan angka pengangguran di Kota Ternate.

"Sekarang sudah ada Swalayan Tara No Ate yang menampung, tinggal kita usaha bagaimana supaya bisa diekspor agar masayarakat di sini bisa diberdayakan secara maksimal," katanya.

Direktur Swalayan Tara No Ate Khoirul Sholeh Arif mengatakan pihaknya akan membantu agar IKM bambu tutul Tongole berkembang.

"Lapangan kerja ini baru, karena warga setempat umumnya bekerja di kebun," katanya.  (Ant/bm 01) 
Malut 2483939761549667627
Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang