Warga Lateri Keluhkan Jalan Rusak dan Minim Penerangan
AMBON - BERITA MALUKU. Kondisi infrastruktur di kawasan Lateri, Kota Ambon, menjadi sorotan warga saat Wakil Ketua DPRD Maluku, Johan Johanis Lewerissa, melaksanakan reses masa sidang III Tahun 2026 bersama Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Sion, Jemaat Lateri, di Gereja Bukit Sion, Lateri.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang masih mereka hadapi sehari-hari, terutama terkait kondisi jalan yang rusak dan bergelombang serta minimnya lampu penerangan di sejumlah titik.
Salah satu warga, Ibu Indah, meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi jalan raya di kawasan Lateri. Menurutnya, kerusakan jalan dan kurangnya penerangan tidak hanya mengganggu kelancaran aktivitas warga, tetapi juga dapat berdampak terhadap keamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
"Jalan yang rusak dan penerangan yang minim ini tentu mengganggu aktivitas masyarakat. Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut," ujar Indah.
Selain persoalan infrastruktur jalan dan penerangan, masyarakat juga menyampaikan masukan mengenai sejumlah fasilitas umum yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Johan Johanis Lewerissa memastikan persoalan yang disampaikan warga akan menjadi bagian dari catatan yang akan diperjuangkan melalui komunikasi dengan pemerintah daerah.
"Posisi saya sebagai wakil rakyat adalah menyampaikan dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Karena itu, aspirasi yang disampaikan hari ini tentu akan kami tindak lanjuti," ujar Johan.
Ia mengatakan, penanganan infrastruktur tidak terlepas dari dukungan kebijakan dan kemampuan anggaran pemerintah. Terlebih, pemerintah saat ini menghadapi berbagai penyesuaian anggaran serta kebijakan efisiensi.
Meski demikian, Johan menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, setiap persoalan akan dilihat berdasarkan kewenangan serta kemungkinan intervensi yang dapat dilakukan pemerintah.
"Kita akan lihat dan koordinasikan dengan teman-teman pemerintah daerah. Kalau memungkinkan, kita akan dorong agar persoalan ini bisa mendapatkan perhatian," katanya.
Johan juga menilai persoalan jalan rusak dan minimnya penerangan memiliki kaitan erat dengan keselamatan serta keamanan warga. Kerusakan yang tidak segera ditangani, kata dia, berpotensi semakin parah dan nantinya membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar.
Karena itu, ia meminta agar setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat didokumentasikan secara lengkap sebagai bahan untuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait.
"Yang penting aspirasi masyarakat ini kita catat. Kita dokumentasikan, kemudian kita lihat bagaimana bentuk intervensi yang bisa dilakukan," ujar Johan.
Dalam kesempatan itu, Johan turut mengapresiasi Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Sion, Jemaat Lateri, yang telah membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.
Ia berharap kegiatan reses tidak sekadar menjadi agenda pertemuan antara wakil rakyat dan masyarakat, tetapi dapat menjadi sarana untuk membawa kebutuhan warga ke dalam pembahasan kebijakan.
"Reses ini adalah kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan apa yang disampaikan hari ini bisa kita perjuangkan bersama," tuturnya.
Johan menegaskan, seluruh aspirasi warga akan menjadi catatan untuk selanjutnya dibawa dalam komunikasi dan pembahasan bersama pemerintah sesuai dengan kewenangan DPRD Maluku.
