Ratusan Perahu Rusak, Nelayan Negeri Seri Terpaksa Menumpang, Johan Lewerissa Buka Jalan Bantuan
AMBON - BERITA MALUKU. Aktivitas melaut nelayan di Negeri Seri, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, terganggu akibat kondisi peralatan penangkapan ikan yang semakin tidak memadai. Ratusan perahu nelayan kini hanya tersandar di pesisir karena mengalami kerusakan, terutama pada bagian mesin.
Keluhan tersebut disampaikan warga Negeri Seri saat menerima kunjungan Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Johanis Lewerissa, dalam agenda reses masa sidang III tahun 2026, kemarin.
Salah seorang warga, Jems, mengatakan sebagian besar perahu nelayan mengalami kerusakan akibat mesin yang sudah tua dan tidak lagi berfungsi. Kondisi itu membuat banyak nelayan tidak dapat melaut menggunakan perahu sendiri.
Kerusakan peralatan tersebut bukan hanya menghambat aktivitas melaut, tetapi juga berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat pesisir. Nelayan yang ingin tetap mencari ikan terpaksa menumpang pada perahu milik nelayan lain.
Situasi itu membuat hasil tangkapan yang diperoleh harus dibagi dengan pemilik perahu maupun nelayan lainnya. Akibatnya, pendapatan yang dibawa pulang semakin kecil.
“Kerusakan mesin ada yang karena umur pakai sudah lama, ada juga karena pemakaian berlebihan. Kami akhirnya harus saling menumpang untuk bisa melaut,” ujar Jems.
Warga mengatakan persoalan yang dihadapi nelayan tidak hanya berkaitan dengan mesin. Mereka juga membutuhkan jaring serta berbagai perlengkapan penangkapan ikan lainnya untuk menunjang aktivitas melaut.
Menurut warga, keterbatasan peralatan membuat sebagian nelayan kesulitan mempertahankan aktivitas ekonominya. Padahal, bagi masyarakat Negeri Seri, pekerjaan sebagai nelayan menjadi salah satu sumber utama penghidupan keluarga.
Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut melalui bantuan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kami mengerti kendala ini bukan semata-mata karena keterbatasan Bapak Johan maupun DPRD Provinsi. Ini juga berkaitan dengan pengaturan dan ketersediaan anggaran pemerintah. Tetapi kami tetap berharap ada jalan keluar,” kata warga.
Menanggapi keluhan tersebut, Johan Lewerissa mengatakan peluang mendapatkan bantuan bagi nelayan masih terbuka melalui berbagai program pemerintah.
Ia menyebut bantuan dapat diarahkan tidak hanya untuk badan perahu, tetapi juga mesin, jaring, dan perlengkapan lain yang mendukung aktivitas nelayan.
“Selama masih berprofesi sebagai nelayan dan ingin terus berusaha, hak dan kesempatan untuk mendapatkan bantuan tetap ada,” tegas Johan.
Johan meminta warga segera menyusun proposal bantuan secara tertulis dengan mencantumkan kebutuhan secara jelas. Proposal tersebut, kata dia, perlu memuat jumlah kebutuhan, jenis peralatan yang diperlukan, serta kondisi nyata yang dihadapi nelayan.
“Sampaikan kebutuhan yang nyata, jumlah yang dibutuhkan, serta kondisi lapangan yang sebenarnya. Dengan dokumen yang lengkap dan tepat, kami bisa memperjuangkan dan mengawal usulan ini agar masuk dalam prioritas anggaran,” ujarnya.
Ia juga menyatakan siap membantu mengarahkan proposal tersebut kepada instansi pemerintah yang memiliki kewenangan.
Johan berharap dukungan terhadap nelayan Negeri Seri dapat menghidupkan kembali aktivitas melaut yang selama ini terganggu akibat kerusakan peralatan, sekaligus membantu menggerakkan kembali perekonomian masyarakat pesisir.
“Proposalnya disiapkan dengan baik. Nanti kita lihat dan kita kawal bersama agar bisa disampaikan kepada instansi yang berwenang,” katanya.
