Halimun Saulatu Pertanyakan Standar Pembangunan Jalan Tanpa Drainase
AMBON - BERITA MALUKU. Anggota Komisi III DPRD Maluku, Halimun Saulatu, mempertanyakan standar teknis pembangunan jalan yang diterapkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, khususnya terkait pembangunan ruas jalan yang tidak dilengkapi sistem drainase.
Ia menilai pembangunan jalan tidak seharusnya hanya berorientasi pada penyelesaian badan jalan semata. Menurutnya, keberadaan drainase merupakan bagian penting dari konstruksi jalan karena berfungsi menjaga kualitas dan memperpanjang umur layanan jalan.
"Apakah standar Balai Jalan memang membangun jalan tanpa diikuti drainase? Ini perlu dijelaskan karena drainase merupakan bagian penting untuk menjaga umur dan kualitas jalan," tegas Halimun, Selasa (21/7/2026).
Halimun menegaskan bahwa masa pemeliharaan merupakan tanggung jawab kontraktor. Karena itu, apabila ditemukan kerusakan pada ruas jalan yang telah dikerjakan, kontraktor wajib segera melakukan perbaikan.
"Kalau memang masih dalam masa pemeliharaan, maka setiap kerusakan yang muncul harus menjadi tanggung jawab kontraktor untuk segera diperbaiki," ujarnya.
Ia mengatakan, DPRD Maluku menerima berbagai informasi dari masyarakat terkait kondisi sejumlah titik jalan yang dilaporkan mengalami kerusakan meski baru selesai dikerjakan dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dipastikan secara langsung agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Untuk itu, Komisi III DPRD Maluku berencana melakukan peninjauan lapangan setelah menyelesaikan agenda kerja di Jakarta. Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung kualitas hasil pekerjaan sekaligus memastikan seluruh pelaksanaan proyek telah memenuhi spesifikasi dan standar teknis yang ditetapkan.
Komisi III DPRD Maluku menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur jalan agar setiap proyek yang menggunakan anggaran negara memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, memenuhi standar kualitas konstruksi, serta dilaksanakan secara akuntabel.
