Orno: Awal 2015, Kapal Perintis 2000 GT akan Layari Ambon-MBD
https://www.beritamalukuonline.com/2014/11/orno-awal-2015-kapal-perintis-2000-gt.html
Tiakur - Berita Maluku. Saat ini sudah ada sejumlah sarana transportasi laut atau kapal-kapal perintis yang melayani rute Ambon - kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Kapal-kapal perintis itu antara lain, KM. Sabuk 41 yang berpangkalan di Saumlaki, dengan rute kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Kabupaten MBD – Kota Tual, Tual – Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru – Ambon Pulang – Pergi (PP).
KM. Sabuk 34 dengan rute Ambon - Saumlaki - MBD sampai ke Kupang, Provinsi NTT (PP) dan KM. Sabuk 43 dengan rute Ambon, Amahai-TNS-MBD sampai Kupang (PP).
Ada juga sejumlah Kapal Perintis seperti KM. Maloli dengan rute Ambon-Damer–Romang–Kisar dan menyinggahi sejumlah pos pelabuhan di Kabupaten MBD dan Saumlaki - Tual (PP). Kapal perintis cargo seperti KM. Miami dan KM. Alken Permata yang berpangkalan di Saumlaki juga menyinggahi pos pelabuhan MBD, KM. Maumere dari Provinsi NTT, dan KMP. Marsela yang melayari pos pelabuhan di Kabupaten MBD.
Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan dan Informasi Kabupaten MBD, Frangkois Maunusu, membenarkan bahwa keberadaan sejumlah kapal itu telah memenuhi kebutuhan masyarakat di MBD.
“Kebutuhan transportasi laut saat ini di Kabupaten MBD, boleh dibilang mulai tercukupi,” kata Maunusu, Kamis (20/11) di Tiakur.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten MBD, D. Orno S.Sos yang dikonfirmasi sehubungan dengan sarana transportasi dan perhubungan laut di Kabupaten MBD, mengatakan, pihaknya sudah menyurati PT. Pelni untuk meminta kapal Pangranggo agar menyinggahi kembali kabupaten MBD.
"Ada juga kapal jenis Sabuk Nusantara dengan kapasitas 2000 GT yang menyingahi MBD-Ambon-Moa-Tual (PP). Selain itu akan ditambah lagi KMP. Marsela yang menyinggahi Pulau Marsela," kata Orno.
Orno mengungkapkan, usaha untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi perhubungan laut masih terus diupayakan pihaknya, sehingga pada Januari 2015 akan ada Kapal Perintis dengan kapasitas 2000 GT yang melayari trayek perintis di Kabupaten MBD pada awal 2015, mengingat bobot KM. Maloli yang melayari trayek Ambon – Pulau Moa sangat kecil sehingga ketika melayari Ambon melewati laut Banda, dikwatirkan terjadi hal-hal yang tidak diigingkan.
"Hal ini untuk mempermudah akses masyarakat Pulau Moa untuk secepatnya sampai di Ambon, terutama bagi para PNS yang akan melakukan pengurusan di ibukota Propinsi Maluku,' jelasnya.
Dikatakannya, dalam rapat perintis se-Indonesia di Manado Sulawesi Utara tanggal 7 - 9 Mei 2014 lalu, sudah disepakati penambahan satu unit Kapal Perintis Tipe Sabuk 43 dengan kapasitas GT 2000 yang akan melayari rute Ambon-Moa-Lakor-Luang-Sermata-Tepa-Saumlaki-Tual (PP).
Diharapkan nantinya kebutuhan sarana perhubungan laut ini bisa menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di daerah berjulukan kalwedo. (GL/e)
KM. Sabuk 34 dengan rute Ambon - Saumlaki - MBD sampai ke Kupang, Provinsi NTT (PP) dan KM. Sabuk 43 dengan rute Ambon, Amahai-TNS-MBD sampai Kupang (PP).
Ada juga sejumlah Kapal Perintis seperti KM. Maloli dengan rute Ambon-Damer–Romang–Kisar dan menyinggahi sejumlah pos pelabuhan di Kabupaten MBD dan Saumlaki - Tual (PP). Kapal perintis cargo seperti KM. Miami dan KM. Alken Permata yang berpangkalan di Saumlaki juga menyinggahi pos pelabuhan MBD, KM. Maumere dari Provinsi NTT, dan KMP. Marsela yang melayari pos pelabuhan di Kabupaten MBD.
Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan dan Informasi Kabupaten MBD, Frangkois Maunusu, membenarkan bahwa keberadaan sejumlah kapal itu telah memenuhi kebutuhan masyarakat di MBD.
“Kebutuhan transportasi laut saat ini di Kabupaten MBD, boleh dibilang mulai tercukupi,” kata Maunusu, Kamis (20/11) di Tiakur.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten MBD, D. Orno S.Sos yang dikonfirmasi sehubungan dengan sarana transportasi dan perhubungan laut di Kabupaten MBD, mengatakan, pihaknya sudah menyurati PT. Pelni untuk meminta kapal Pangranggo agar menyinggahi kembali kabupaten MBD.
"Ada juga kapal jenis Sabuk Nusantara dengan kapasitas 2000 GT yang menyingahi MBD-Ambon-Moa-Tual (PP). Selain itu akan ditambah lagi KMP. Marsela yang menyinggahi Pulau Marsela," kata Orno.
Orno mengungkapkan, usaha untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi perhubungan laut masih terus diupayakan pihaknya, sehingga pada Januari 2015 akan ada Kapal Perintis dengan kapasitas 2000 GT yang melayari trayek perintis di Kabupaten MBD pada awal 2015, mengingat bobot KM. Maloli yang melayari trayek Ambon – Pulau Moa sangat kecil sehingga ketika melayari Ambon melewati laut Banda, dikwatirkan terjadi hal-hal yang tidak diigingkan.
"Hal ini untuk mempermudah akses masyarakat Pulau Moa untuk secepatnya sampai di Ambon, terutama bagi para PNS yang akan melakukan pengurusan di ibukota Propinsi Maluku,' jelasnya.
Dikatakannya, dalam rapat perintis se-Indonesia di Manado Sulawesi Utara tanggal 7 - 9 Mei 2014 lalu, sudah disepakati penambahan satu unit Kapal Perintis Tipe Sabuk 43 dengan kapasitas GT 2000 yang akan melayari rute Ambon-Moa-Lakor-Luang-Sermata-Tepa-Saumlaki-Tual (PP).
Diharapkan nantinya kebutuhan sarana perhubungan laut ini bisa menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di daerah berjulukan kalwedo. (GL/e)
