Wakapolri Wanti-Wanti Kapolres Gagal Deteksi Potensi Konflik Saat Pilkada | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Wakapolri Wanti-Wanti Kapolres Gagal Deteksi Potensi Konflik Saat Pilkada

AMBON – BERITA MALUKU. Wakapolri, Komjen. Pol. Dr. Drs. Gatot Eddy Pramono mewanti-wanti kepada semua Polres yang gagal dalam mendeteksi potensi konflik saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, yang akan berlangsung 9 Desember 2020.

Olehnya itu Polda dan Polres harus menyiapkan betul rencana pengamanan, mengetahui betul potensi konflik yang akan terjadi, deteksi dini adalah langkah yang paling penting. Untuk itu lakukan langkah-langkah proaktif, ketika mengetahui ada potensi kerawan yang terjadi, embrio kerawanan itu muncul, bunuh embrio itu jangan sampai muncul. Mengingat, kalau sampai muncul agak susah untuk mengantisipasinya, apalagi terdadak. 

“Kalau sampai terdadak terjadi konflik yang besar, kita akan menurunkan tim dan kalau memang tidak siap, siap-siap kapolresnya kita evaluasi. Jadi Pak Kapolda, saya ingatkan betul agar langkah-langkah deteksi dini dan identifikasi terhadap permasalahan-permasalahan yang dapat menimbulkan konflik dan ditangani bersama-sama ada Dandim, Bupati/Walikota dan tokoh-tokoh masyarakat," ujar Wakapolri dalam sambutannya, pada Rapat Koordinasi Persiapan Pilkada serentak di Maluku, yang berlangsung di lantai tujuh kantor Gubernur, Ambon, Kamis (23/7).

Untuk itu, ia meminta jajaran Polda hingga Polres menyiapkan rencana PAM selama Pilkada dengan matang. Bukan hanya diatas kertas, siapkan rencana kontigensinya.

Karena itu, menurutnya, Pilkada merupakan salah satu implementasi demokrasi dan terjadi kontestasi politik dimana masyarakatnya terbelah di masing-masing kontestasinya.

"Nah ini harus kita antisipasi. Ketika masyarakat terbelah, sebenarnya tidak masalah sepanjang terbelahnya itu adalah karena pilihannya dan tidak berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu stabilitas kemananan. Itu yang tidak boleh. Kalau konflik didalam pilihan, itu hal yang biasa di dalam demokrasi tentunya," tuturnya. .

Lebih lanjut dikatakan, situasi akan makin memanas jika ada kampnye hitam atau balck campaign, hate speach atau ujaran kebencian serta berita-berita hoax.

"Di era medsos sekarang terkadang isu-isu sentitif seperti isu suku, agama menguat. Nah ini yang berbahaya karena dapat menimbulkan keretakan diantara sesama anak bangsa. Ini yang kita jaga, berita-berita hoax dan ujaran kebencian yang penyebarannya secara masif oleh oknum-oknum tertntu yang ingin Pilkada itu tidak sukses atau ada kepentingan tertentu," tandasnya.

Olehnya itu, Ia menghimbau agar situasi keamanan selama proses Pilkada untuk tetap dijaga, jangan sampai terjadi akibat hasut menghasut melalui medsos ini sangat berbahaya.
Aneka 1657506415389288421
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks