Gardu Terbakar, Pelaksanaan SKD CPNS Pemprov Maluku Hari Pertama Molor | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Gardu Terbakar, Pelaksanaan SKD CPNS Pemprov Maluku Hari Pertama Molor

AMBON - BERITA MALUKU. Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) lingkup pemerintah provinsi Maluku mulai dilaksanakan dari tanggal 9 - 20 Febuari 2020.

Dihari pertama pelaksanaan SKD, Minggu 9 Febuari, yang dipusatkan kantor UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN), Karang Panjang, Ambon. Terjadi insiden terbakarnya Gardu Listrik PLN yang berada di dinding luar kantor BKN.

Insiden ini terjadi pada pukul 14.30 WIT, di sesi ke-III dengan formasi guru Bahasa Indonesia.

Disaat SKD berlangsung, tiba-tiba Gardu PLN yang berada di dinding luar kantor BKN meledak dibarengi dengan semburan api yang tidak terlalu besar, serta asap yang keluar dari Gardu.

Insiden ini terjadi hampir 10 menit, dengan dua kali suara ledakan dari dalam Gardu. Dimana peserta sesi ke-III masih berjuang dihadapan komputer untuk menyelesaikan soal yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelejensi Umum (TIU) dan Tes Kepribadian (TKP).

Mendengar terjadinya ledakan, panitia tes CPNS yang berada di dalam ruangan kemudian berhemburan keluar untuk mengecek suara ledakan tersebut.

Sedangkan peserta sesi ke-IV dan V serta keluarga yang sementara menonton melalui layar yang disiapkan panitia dibawah tenda, langsung berlari berhamburan ke depan pintu masuk utama kantor UPT BKN.

Panitia yang sebagian besar dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku ini, kemudian mematikan listrik yang terhubung dengan gardu, sembari menyemprotkannya tabung pemadam kebakaran untuk meminimalisir kebakaran yang lebih besar.

Panitia kemudian menghubungi pihak PLN untuk datang memperbaiki gardu. Pukul 15.00 tiga petugas PLN tiba dilokasi untuk melakukan perbaikan gardu.

Sementara itu, salah satu peserta ke-III yang tidak mau namanya di beritakan, mengungkapkan, pada saat terjadi kosleting, ia mendengar suara keramaian dari luar ruangan. Dikiranya terjadi Gempa.

Pada saat itu, komputernya langsung mati. Ia kemudian diarahkan untuk pindah ke komputer cadangan yang telah disiapkan panitia, untuk melanjutkan soal yang belum dikerjakannya.

Setelah keluar ruangan dikarenakan waktu telah selesai, ia baru tahu bahwa teriakan dari luar ruangan tersebut, bukan karena gempa, tetapi terjadinya kosleting pada gardu PLN.

Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi BKD Provinsi Maluku, Isra Budi, dikonfirmasi terkait hal ini, mengungkapkan walaupun terbakarnya gardu tetapi proses SKD hari pertama tetap berjalan dengan baik, walaupun tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan, yang harusnya pukul 18.00, tetapi baru selesai pukul 19.30.

"Gardu terbakar pukul 14.30 WIT, kemudian molor sekitar dua jam stengah, sehingga sesi ke-IV dimulai pukul 17.00 WIT dilanjutkan dengan sesi ke-V," tuturnya.

Ditanya ada dua komputer peserta yang mati akibat insiden tersebut, menurutnya hal tersebut langsung diatasi oleh server dengan mengalihkan ke komputer cadangan.

"Jadi kami sudah menyiapkan komputer cadangan untuk mengantisipasi hal-hal seperti begin. Jadi pada saat komputer mati maka server langsung pindahkan, baru peserta melanjutkan, tapi bukan dari awal tetapi pada sisa waktu komputer mati tadi, sehingga peserta melanjutkan saja, jadi tidak merugikan peserta. Sedangkan komputer lain tidak terganggu karena bertahan satu jam," ucapnya.

Bahkan panitia merencanakan untuk menggunakan genset, tapi pihaknya tidak mau mengambil resiko. Sehingga diulur waktu menunggu pihak PLN memperbaikinya.

Ditanya penyebab kebakaran gardu, dirinya tidak mengetahui pasti.

"Walaupun molor, tetapi lima sesi berjalan dengan baik," ungkapnya.

Untuk peserta, jelasnya, dari 700 peserta di hari pertama, ada peserta yang tidak hadir.

"Setiap sesi ada yang tidak hadir, ada yang dua, empat ada yang enam," pungkasnnya.
Peristiwa 5894074948140293243
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks