DPRD: Warga Maluku Masih Hidup Dalam Ketakutan Akibat Gempabumi | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

DPRD: Warga Maluku Masih Hidup Dalam Ketakutan Akibat Gempabumi

AMBON - BERITA MALUKU. Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Abdullah Asis Sangkala mengaku, akibat gempabumi sejak Kamis (26/09) lalu hingga Selasa (12/11) malam dengan kekuatan 5,1 Skala Richter (SR) membuat masyarakat di Kota Ambon dan sekitarnya hidup dalam ketakutan.

"Yang jelas bahwa sampai hari ini suasana Maluku masih mencekam, dengan gempabumi berkekuatan 5,1 SR tadi malam. Masyarakat masih merasa ketakutan dan trauma. Pastinya, beban kita untuk menangani pengungsi ini nantinya cukup besar. Alhamdulillah Pak Presiden, Joko Widodo sudah datang ke Ambon. Saya berharap, kedatangan Pak Presiden ini bisa membawa "angin segar" bagi penyelesaian pengungsi di Maluku," kata Sangkala saat menggelar konferensi pers, di ruang Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Rabu (13/11).

Menurut dia, DPRD maupun Pemerintah Provinsi Maluku melalui tim penanggulangan pengungsi yang sudah dibentuk, terus melakukan upaya-upaya untuk memastikan bahwa penangganan tanggap darurat pengungsi, bisa berjalan dengan baik.

Dikatakan, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus terus dibangun, agar dapat diketahui pelayanan terhadap para pengungsi berjalan baik ataukah tidak.

"Tentunya kondisi ini juga membutuhkan upaya untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat, agar kemudian tidak menimbulkan penambahan gelombang pengungsi yang. Pelayanan pengungsi baik soal kesehatan, pendidikan, Mandi Cuci Kakus (MCK) maupun pangan harus menjadi perhatian bersama. Saya harapkan, gempabumi semalam tidak pemicu gelombang pengungsi baru. Karena jika itu terjadi, maka akan semakin menambah beban anggaran bagi pemerintah," harap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Provinsi Maluku ini.
Dewan 3941960607047662230
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang