PLN Maluku Didemo Soal Petugas Pungli | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

PLN Maluku Didemo Soal Petugas Pungli

BERITA MALUKU. Puluhan pemuda dan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Peduli Masyarakat (Ampera) Provinsi Maluku menggelar aksi demo di depan Kantor PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Kamis (15/3/2018).

Dalam aksinya itu, mereka mendesak pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara menyikapi persoalan kelistrikan di Kecamatan Pulau Ambalau, Kabupaten Buru Selatan.

Pemuda dan mahasiswa ini menuding, bahwa ada sejumlah oknum staff PLN kecamatan Pulau Ambalau yang tidak menjalankan tugas pelayanan dengan baik sehingga masyarakat setempat dirugikan.

Bahkan ada oknum petugas PLN di lapangan juga dituding ikut melakukan Pungutan Liar (Pungli) seperti menagih rekening listrik di rumah-rumah pelanggan tanpa disertai bukti kwitansi dan beberapa hal penyimpangan lainnya.

Koordinator Lapangan (Korlap) Ampera, Rajadan Soulissa dalam orasinya menyatakan, bahwa masyarakat Kecamatan Pulau Ambalau menjadi korban atas ulah tak terpuji itu, bahkan masyarakat juga dirugikan akibat ulah permainan kotor oknum petugas PLN di lapangan, padahal listrik tak menyala normal tiap hari. Untuk itu, mengatasnamakan masyarakat Pulau Ambalau, pihaknya mendesak pimpinan PLN segera menyikapinya.

Dalam aksinya, para pemuda dan mahasiswa menuntut beberapa point penting untuk disikapi pimpinan PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, antara lain, meminta pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara beranggungjawab terhadap perilaku anak buahnya di lapangan, bila perlu segera memecat sejumlah oknum staf PLN nakal yang bertugas di Pulau Ambalau.

Selain itu, mendesak pihak PLN mengoperasikan listrik selama 24 jam dalam sehari, serta menempatkan petugas operasional yang professional di lapangan untuk menghandle persoalan kerusakan mesin listrik agar masyarakat terlayani dengan baik.

“Bila persoalan pelayanan listrik ini tak disikapi dan tetap merugikan masyarakat Ambalau, maka kita dari pihak pemuda dan mahasiswa akan datang lagi dalam jumlah besar di Kantor PLN Maluku dan Maluku Utara untuk melakukan aksi yang lebih besar pula,” ancam Soulissa yang juga merupakan pemuda asal Kabupaten Buru Selatan itu.

Aksi demo sempat mengundang perhatian publik dan mempengaruhi arus lalu lintas di ruas perempatan jalan Trikora. Namun tak lama kemudian,  beberapa utusan pendemo diundang memasuki kantor tersebut untuk menyampaikan tuntutannya.

Utusan pendemo ini diterima Deputy Manager Bidang Humas PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Ramly Malawat dan Supervisor Humas, Hairul Hatala.

Ramly Malawat kepada utusan pendemo menyatakan, akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan para pemuda dan mahasiswa ini. Dia mengaku akan menindak staf bersangkutan bila terbukti melakukan sebagaimana yang dituding itu. Bahkan, dia berjanji akan membentuk tim khusus untuk menyikapi persoalan penyimpangan kerja bawahnya di PLN Sub ranting Ambalau dan bila terbukti akan diberikan sanksi tegas.

Sementara untuk persoalan pungutan liar, dia menyarankan masyarakat yangmerasa dirugikan untuk melaporkan ke pihak kepolisian setempat sehingga bisa diproses secara hukum. (e)
Ambon 2245646130177581053

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang