Panen Padi di SBB, Gubernur Akui Maluku Masih Kekurangan Beras | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Panen Padi di SBB, Gubernur Akui Maluku Masih Kekurangan Beras

BERITA MALUKU. Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff didampingi Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Muhammad Yasim Payapo serta SKPD lingkup Pemprov Maluku dan Pemkab SBB, melakukan panen raya padi di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), seluas 554 hektar, Rabu (16/8/2017).

Selain panen padi 3 kilometer di sekitar lokasi tersebut, juga dilakukan penanaman perdana bawang merah seluas 125 hektar.

Gubernur dalam sambutannya mengakui, sampai saat ini Maluku masih mengalami kekurangan beras sekitar 28 sampai 29 ribu ton, dari luas areal sekitar 20 ribu hektar. Sawah irigasi baru produksi 99 ribu ton, sedangkan kebutuhan Maluku 128 ribu ton. Untuk sisanya masih didatangkan dari dari luar.

"Mudah-mudahan sawah irigasi di pulau Buru tahun ini kita tingkatkan terus sehingga pasokan dari luar secara perlahan kita hentikan," ujarnya.

Dikatakan, dari ribuan pulau yang ada di Maluku, baru dua pulau yang dikembangkan padi sawah, yakni Buru dan Seram. Sedangkan di pulau sedang dan kecil difokuskan untuk pengembangan konsumsi pangan lokal.

"Karena itu pemda secara sadar kita tidak akan merubah pola konsumsi pangan masyarakat dari non beras ke beras. Kalau mereka punya uang untuk makan beras silahkan," ucapnya.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan itu, Gubernur mengatakan, Pemprov Maluku telah melalukan Momerandum of Understanding dengan Pemerintah Sulawesi Selatan, mencakup empat sektor penting, salah satunya suplai kebutuhan beras dari Sulsel, karena biayanya jauh lebih murah dari Surabaya.

Orang nomor satu di Maluku ini menargetkan, dalam 2 sampai 3 tahun kedepan akan ada pencetakan sawah irigasi baru seluas 945 hektar di Seram dan Buru dengan target produksi rata-rata 4.000 ton per tahunnya.

Oleh sebab itu, Gubernur berharap semua bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi petani untuk meningkatkan produktivitas beras di SBB, serta menunjang swasembada di Maluku.

Sementara itu, Bupati SBB, Muhammad Yasin Payapo mengatakan, dalam penyusunan program kerja pemerintah, ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama.

Menurutnya, Potensi Sumber Daya Lahan Sawah di SBB pada Tahun 2016 seluas 694.5 Hektar dan pada tahun 2017 terjadi peningkatan sebesar 11.29 persen atau seluas 728 hektar.

"Dengan demikian apabila sumber daya ini terus dikelola secara baik serta penggunaan teknologi budidaya yang sempurna, maka target pemerintah untuk terus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten SBB akan bisa diwujudkan," ujarnya.

Pada tahun anggaran 2017 ini kata Payapo, Pemerintah Kabupaten SBB melalui Dinas Pertanian memperoleh alokasi tugas pembantuan Bidang Tanaman Pangan, antara lain penerapan budidaya padi inhibrida seluas 250 hektar yang tersebar pada tiga kecamatan yakni Kecamatan Kairatu, Kairatu Barat dan Seram Barat, serta penerapan budidaya jagung seluas 3.000 hektar, tersebar pada 11 kecamatan.

"Selanjutnya,untuk bidang Hortikultura, ada budidayaw cabe 40 hektar, disamping bantuan tersebut diatas baik melalui TP Mandiri Kabupaten, TP Provinsi Maluku maupun bantuan langsung dari pemerintah pusat," tandasnya.

Dari berbagai program yang akan dilaksanakan pada tahun 2017, diharapkan dapat memberikan semangat bagi para petani di Kabupaten Seram Bagian Barat untuk lebih berinovasi dan membawa kemajuan di bidang pertanian serta membantu pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Pemprov 2289094231109671467

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang