Gubernur Janjikan Rumah Layak bagi Warga Kariu
KARIU, PULAU HARUKU - BERITA MALUKU. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan rumah warga Kariu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, yang hingga kini belum sepenuhnya terealisasi pascakonflik sosial beberapa tahun lalu.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, saat menghadiri Ibadah Minggu bersama Jemaat Kariu, Minggu (18/1/2026). Kehadiran Gubernur didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Maluku.
Usai ibadah, Gubernur bersama rombongan meninjau langsung lokasi pengungsian warga. Di lokasi tersebut, Gubernur melihat kondisi rumah sementara yang masih dihuni sebagian warga Kariu, bahkan beberapa di antaranya masih berupa tenda darurat dengan kondisi yang memprihatinkan.
Di hadapan jemaat dan masyarakat, Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa kehadirannya di Kariu bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan wujud tanggung jawab moral dan kemanusiaan pemerintah terhadap warga yang hingga kini masih hidup dalam keterbatasan.
Gubernur mengungkapkan, dari total kebutuhan pembangunan rumah warga Kariu, baru sekitar 50 unit yang telah selesai dibangun, sementara ratusan unit lainnya belum terealisasi dan masih menunggu kejelasan penyelesaian.
Menurutnya, secara regulasi pembangunan rumah pascakonflik merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Namun, kondisi warga yang telah bertahun-tahun hidup di pengungsian tidak dapat terus dibiarkan tanpa kepastian.
“Pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat hidup dalam penderitaan terlalu lama. Kalau proses di pusat berjalan lambat, pemerintah daerah harus berani mengambil langkah,” tegas Lewerissa.
Ia memastikan, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Maluku akan merencanakan langkah konkret untuk menyelesaikan pembangunan rumah warga Kariu. Pemprov, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, namun tidak menutup kemungkinan mengambil alih tanggung jawab pembangunan jika tidak ada kepastian lanjutan dari pusat.
Gubernur juga berdialog langsung dengan warga pengungsian dan mendengar keluhan terkait kondisi hunian sementara yang tidak layak, terutama saat musim hujan. Menanggapi hal tersebut, ia menyatakan bahwa situasi tersebut tidak boleh terus berlarut.
Selain pembangunan rumah, Pemprov Maluku juga membuka peluang memasukkan Kariu ke dalam skema program Manggrebe Biking Bae Rumah, yang sejak 2025 telah membangun ratusan unit rumah di berbagai wilayah Maluku dan direncanakan berlanjut dengan skala yang lebih besar.
Gubernur mengajak seluruh masyarakat Kariu untuk tetap bersatu dan mendukung langkah pemerintah dalam proses pemulihan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan masyarakat agar proses pemulihan ini berjalan baik dan membawa harapan baru bagi Kariu,” ujarnya.
Kehadiran Gubernur dan penegasan komitmen Pemprov Maluku tersebut diharapkan menjadi titik balik bagi pemulihan Kariu, agar warga dapat segera keluar dari kondisi pengungsian dan kembali hidup layak di rumah mereka sendiri.
