DPRD Malteng Minta Perhatian Pemkab, Soal Rencana Pengadaan Kendaraan Koramil Tehoru | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

DPRD Malteng Minta Perhatian Pemkab, Soal Rencana Pengadaan Kendaraan Koramil Tehoru

BERITA MALUKU. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), meminta perhatian Pemda Malteng terhadap rencana pengadaan kendaraan operasional yang akan diperuntukkan bagi satuan Komando Rayon Militer (Koramil) Kecamatan Tehoru, dimana pengadaan tersebut telah dimasukan dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD ke dalam Anggaran Pendadapatan Belanja Daerah (APBD) 2018.

"Kami berharap, agar Pemda Malteng punya perhatian bersama-sama dengan DPRD untuk memberikan fasilitas kepada Koramil Tehoru," Kata Ketua DPRD Malteng, Ibrahim Ruhunussa kepada awak media, Selasa (25/7/2017).

Ruhunusa menyatakan, sepanjang usulan inisiatif DPRD ini tidak menabrak regulasi yang ada, maka usulan tersebut wajib didorong oleh Pemerintah Daerah. Pasalnya, persoalan menjaga dan memantau kondisi kemanan di Kecamatan bagian Selatan Pulau Seram itu, perlu mendapat perhatian, karena masih kurangnya fasilitas kendaraan yang akan digunakan untuk berpatroli oleh satuan di Koramil Tehoru, mengingat Kecamatan Tehoru oleh TNI, kini masuk dalam kategori "zona merah", yang berarti daerah rawan konflik.

"Kita dorong sepanjang itu tidak bertentangan dengan aturan. Kalau memang dibolehkan dengan aturan untuk mendukung fasilitasnya," jelas Ruhunussa.

Dikatakan, bahwa sudah menjadi hal wajib bagi Pemda untuk mendukung pokok pikiran DPRD soal rencana pengadaan kendaraan operasional. Sebab, lanjut Ruhunusa, persoalan keamanan Daerah di tingkat Kecamatan maupun Desa/Negeri menjadi kebutuhan pemerintah dalam rangka memerangi tindakan anarkis yang selama ini biasa terjadi antara masyarakat di wilayah itu, yang ujung-ujungnya membuat pusing Pemda sendiri.

Untuk itu, usulan DPRD tersebut dianggap penting, guna membantu pemerintah daerah dalam menjaga kondisi keamanan daerah agar tetap terjaga.

"Kan sekarang ini kalau kita mendukung, kemanannya pasti terjamin, dan justru pemerintah daerah yang lebih enak, terutama dalam proses pelayanan, karena pelayanan ini akan terhenti atau terhambat akibat faktor keamanannya tidak bisa dijamin," terangnya.

Selain Kecamatan Tehoru, Kecamatan Leihitu juga dipandang perlu diperhatikan, pasalnya kedua Kecamatan ini sangat rentan akan terjadinya konflik antar warga. Sehingga, DPRD memandang penting untuk memperhatikan faslitas pendukung bagi satuan penegak kemanan yang berada di wilayah tersebut seperti Koramil dan Polsek.

"Di kecamatan Leihitu juga nanti kita upayakan untuk masuk dalam pokir DPRD agar menjadi perhatian pemda, suapaya pemda juga bisa membantu fasilitas Polsek Leihitu, karena di Dua kecamatan di Maluku Tengah inilah sering terjadi konflik. Makanya, kita fokus disitu tulu," ujarnya.

Dengan tidak melupakan Kecamatan lainnya, kata Ruhunusa, kedua kecamatan yang rentan akan konflik antar warga, sehingga dipandang penting untuk DPRD dan Pemda secara bersama-sama memperhatikan usuluan DPRD tersebut, agar dimasukan dalam APBD tahun 2018 nanti.

"Selain daerah-daerah lain juga menjadi perhatian kita, namun di dua daerah itu saat ini sedang menjadi perhatian khusus karena menurut pihak kepolisian setempat, dua daerah tersebut sudah menjadi "zona merah" karena sering terjadi konflik tahunan," tandasnya.
Malteng 4551592442828585712

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang