Ruas Jalan Tepa- Letwurung MBD Memprihatinkan, Gubernur Diminta Sikapi Keluhan Warga | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Ruas Jalan Tepa- Letwurung MBD Memprihatinkan, Gubernur Diminta Sikapi Keluhan Warga

BERITA MALUKU. Gubernur Maluku, Said Assagaff diminta menyikapi keluhan warga soal kondisi ruas jalan Tepa- Letwurung yang panjangnya sekitar tujuh kilometer, terbentang antara Dusun Iwliar dan Desa Nakarhamto, Kecamatan Pulau Babar Timur, MBD. Pasalnya, ruas jalan ini sungguh memprihatinkan untuk dilalui akibat mengalami kerusakan parah hampir satu dekade lebih.

Ruas jalan ini dinilai sangat penting untuk mobilisasi arus orang dan barang serta menggerakan roda perekonomian masyarakat dan lainnya di wilayah perbatasan tersebut. Padahal, saat ini kondisi ruas jalan tersebut tampak bagaikan kubangan sehingga sulit ditembusi kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat bila setiap kali musim penghujan datang.

“Jalan itu sangat kita butuhkan, sehingga kita harap pak Gubernur dapat menyikapi permintaan kami masyarakat Pulau Babar untuk membangun jalan ini menjadi baik,” pinta Ny. Tina Anidla mewakili sejumlah warga Babar Timur kepada orang nomor satu Maluku ketika mendatangi Berita Maluku Online di Tepa, Selasa (20/6/2017).

Informasi yang diterima, ruas jalan Tepa – Letwurung dibagun puluhan tahun silam. Kemudian jalan itu disirtu sejak tahun 2003, namun sampai saat ini tak diperhatikan lagi, padahal jalan ini dibangun dengan dana APBD Tingkat I dan masih berstatus sebagai jalan provinsi.

Ruas jalan ini tiap tahun tak mendapat perhatian sama sekali oleh pihak berkompeten sehingga saat musim hujan berkepanjangan tiba, jalan ini semakin rusak parah di berbagai badan jalan.

“Kita masyarakat Babar Timur sangat kesulitan bila ke kota kecamatan atau ke desa sekitar, ini sangat mengganggu sektro perekonomian kita begitupun dengan urusan sekolah anak ataun utusan ke kantor kecamatan damn lainnya,” ujar Ny. Tina Anidla.

Perempuan setengah baya ini meyatakan, sebagai pengusaha kecil atau Penimbang Kopra, Ia mengaku jika musim hujan dirinya sangat kesulitan dan merugi akibat kendaraan yang dia gunakan membawa kopra tidak bisa melewati ruas jalan tersebut, akibatnya Ia mengalami kerugian jutaan rupiah.

Hal senada ditambahkan Ibu Yoyo Ubleu, salah satu Guru SD Yatoke, Kecamatan yang sama. Dikatakan, jika pihaknya mau mengurusi keuangan sekolah di Bank yang terletak di pusat kota kecamatan sangat sulit melewati ruas jalan tersebut. Akibatnya ia harus menunggu beberapa hari bahkan mingguan hingga menunggu kondisi jalan mengeras atau membaik untuk dilalui menggunakan kendaraan bermotor.

Demikian juga beberapa Kepala Desa yang menghubungi media ini bahkan menyampaikan keluhan serupa.

Untuk itu, mereka meminta adanya perhatian Gubernur  Said Assagaff memperhatikan persoalan ruas jalan tersebut untuk segera diperbaiki.

Camat Kecamatan Babar Timur, D.J.Helyanan, SE yang akrab disapa Bung Dace, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya soal ruas jalan tersebut, menyatakan keprihatinannya dengan adanya keluhan masyarakat terhadap sarana publik tersebut.

Ia mengaku, baru saja melakukan serah terima jabatan dengan Camat yang lama beberapa waktu lalu hingga Ia pun berencana membuat program untuk mengantisipasi keluhan masyarakat tersebut, salah satu programnya adalah dengan menggelar pelaksanaan Jumat Bersih.

Dikatakan dengan program ini pihaknya akan menggerakan bawahnnya termasuk sejumlah masyarakat di tingkat desa maupun kecamatan agar membantu secara darurat untuk ruas jalan ini dapat dilalui.

Ia juga akan kerja sama dengan beberapa Pengusaha untuk memperbaiki jembatan darurat yang rusak akibat diterjang banjir di wilayah tersebut.

“Namun yang terpenting kita berharap ada perhatian Pemerintah Provinsi untuk ruas jalan ini agar secepatnya diperbaiki,” pintanya. (EKOe)
Daerah 1642198106050411592

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang