Stok Sembako Maluku Cukup Hadapi Bulan Ramadhan | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Stok Sembako Maluku Cukup Hadapi Bulan Ramadhan

BERITA MALUKU. Persediaan bahan sembilan kebutuhan pokok di Provinsi Maluku diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah setempat menghadapi bulan Ramadhan 1438 Hijroyah.

"Stok beras dari Perum Bulog Provinsi Maluku ketahanannya bisa sampai empat bulan ke depan, belum termasuk beras dari pedagang antarpulau yang lain di Kota Ambon," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Bustaman Ohorella di Ambon, Selasa (16/5/2017).

Komoditi gula pasir masih cukup dan bertahan hingga dua bulan kedepan, lanjutnya, sedangkan Tepung Terigu dan Minyak Goreng ketahanannya mencapai satu setengah bulan ke depan.

"Jadi ketahanan stok selama bulan ramadhan hingga perayaan idul fitri nanti cukup banyak untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ada di daerah ini," katanya.

Soal harga untuk komoditi pabrikan masih stabil, lanjutnya, namun yang dikhawatirkan adalah komoditi non pabrik seperti Cabai, Telur, Bawang yang selalu fruktuatif.

Sekarang ini di pasar Mardika maupun pasar Batumerah harga bawang putih sudah bergerak naik mencapai Rp60.000/kg, dari yang biasanya Rp40.000 pada pekan lalu.

Kenaikan harga sekarang ini juga kita tidak bisa mengatasinya sebab memang di setra produksi seperti Surabaya harganya juga melonjak naik, sedangkan Kota Ambon daerah konsumsi, hanya menerima barang dari luar daerah. Sedangkan bawang merah turun mencapai Rp34.000/kg dari sebelumnya Rp44.000/kg.

Lain hal dengan cabai rawit yang selalu terjadi fluktuasi sejak bulan yang lalu yang mencapai Rp120.000/kg, namun akhir bulan April sudah mulai turun hingga Rp50.000/kg, dan sekarang ini lebih turun lagi hingga mencapai Rp35.000 hingga Rp40.000/kg, dan cabai keriting malahan turun tajam hingga Rp22.000/kg dari sebelumnya Rp26.000.

Bustaman mengatakan, untuk menjaga ketahanan stok Dinas Perindag Provinsi Maluku juga melaksanakan kegiatan pengawasan di pasar maupun di tiap distributor untuk menjaga kemungkinan terjadi mainan seperti spikulasi harga dan sebagainya.

"Menghadapi bulan puasa sampai perayaan idul fitri sudah pasti permintaan cukup banyak, jadi harus ada pengawasan jangan sampai terjadi penimbunan dan menaikan harga," ujarnya.

Kalau sampai menaikan harga, lanjutnya, akibat dari penumbunan itu sendiri yang dilakukan oleh para distributor, demikian pedagang eceran juga.

"Jadi kalau sampai menimbun hingga barang menjadi langka di pasar sehingga terjadi kenaikan harga yang tinggi, akibat hukum pasar yang berlaku," ujarnya.

Kami bersukhur sampai hari ini, lanjutnya, berdasarkan hasil pengawasan belum ada penimbunan barang kebutuhan pokok yang ditemukan.
Ramadhan 5730522085607932491

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang