Jumlah Angkatan Kerja di Malut Meningkat | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Jumlah Angkatan Kerja di Malut Meningkat

BERITA MALUKU. Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat jumlah angkatan kerja di Maluku Utara pada Februari 2017 mencapai 557,1 ribu orang atau bertambah 32,6 ribu (6,21 persen) dibandingkan Agustus 2016.

"Dari total angkatan kerja pada Februari 2017, terdapat sebanyak 530,3 ribu orang yang termasuk kategori bekerja dan 26,8 ribu lainnya termasuk kategori pengangguran terbuka," Kata Kepala BPS Malut Misfahruddin di Ternate, Senin (8/5/2017).

Apalagi jumlah penduduk yang bekerja meningkat sebanyak 26,8 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2016.

Sementara angkatan kerja yang termasuk kategori pengangguran juga bertambah dibanding Agustus 2016 dari 21,0 ribu orang menjadi 26,8 ribu orang.

Pada Februari 2017, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Maluku Utara sebesar 69,48 persen atau terdapat kenaikan sebanyak 3,29 poin dibanding Agustus 2016.

Menurut Misfahruddin, TPAK di wilayah perkotaan dan pedesaan relatif setara yaitu sebesar 69 persen.

Sedangkan menurut jenis kelamin, terlihat perbedaan TPAK yang cukup signifikan antara laki-laki (84,56 persen) dengan perempuan (53,77 persen) di mana Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Maluku Utara pada Februari 2017 sebesar 4,82 persen.

"Angka ini mengindikasikan terdapat sekitar empat sampai lima orang pengangguran dari setiap 100 orang angkatan kerja di Maluku Utara. TPT wilayah perkotaan lebih tinggi dibanding pedesaan. TPT Perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki," katanya.

Dia mengaku penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama Struktur lapangan pekerjaan utama penyumbang penyerapan tenaga kerja di Maluku Utara pada Februari 2017 relatif tidak berubah dibanding Agustus 2016.

Sektor utama dalam penyerapan tenaga kerja di Maluku Utara selama Agustus 2016 sampai dengan Februari 2017 masih didominasi sektor Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan.

Diikuti sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan di posisi kedua dan sektor Perdagangan, Rumah Makan dan Jasa Akomodasi menempati posisi ketiga.

Sementara itu, Tenaga kerja di sektor Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan mengalami peningkatan, dari 205,5 ribu orang pada Agustus 2016 meningkat 13,87 persen menjadi 234 ribu orang pada Februari 2017.

Sedangkan di sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan, mengalami penurunan jumlah tenaga kerja sebesar 4,17 persen, yaitu 104,5 ribu orang pada Agustus 2016 menjadi 100,1 ribu orang pada Februari 2017.

"Di sektor Perdagangan, Rumah Makan, dan Jasa Akomodasi terjadi peningkatan tenaga kerja yang cukup signifikan mencapai 8,52 persen di Februari 2017 jika dibanding keadaan Agustus 2016," ujarnya.

Misfahruddin menambahkan penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama Status pekerjaan utama secara sederhana dapat menjadi dasar identifikasi klasifikasi kegiatan formal dan informal penduduk yang bekerja.
Malut 7692521464990448488

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# BERITA RAMADHAN

Indeks

# PILKADA MALUKU TENGAH

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang