Kungker ke Bursel, DPRD Maluku Temui Kekurangan Sarana Belajar di Sejumlah Sekolah | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Kungker ke Bursel, DPRD Maluku Temui Kekurangan Sarana Belajar di Sejumlah Sekolah

Jhon Rahantoknam
BERITA MALUKU. Lima anggota Komisi D DPRD Provinsi Maluku melakukan Kunjungan Kerja (Kungker) ke Kabupaten Buru Selatan (Bursel). Kujungan ini lebih dikhususkan ke beberapa sekolah yang menjadi kewengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

Dalam kunjungan ini anggota dewan tersebut mengaku menemukan banyak sekali kekurang sarana pendukung belajar bagi para siswa di sekolah, sehingga diharapkan menjadi perhatian serius bagi pihak pemerintah provinsi Maluku untuk menyikapinya.

''Kami berharap ada ada perhatian serius dari Pemprov Maluku sehubungan dengan kekurangan-kekurangan fasilitas yang dimiliki di sekolah-sekolah yang kita dapati secara langsung di lapangan,'' ujar Ketua Tim Komisi D DPRD Provinsi Maluku, Jhon Rahantoknam kepada Berita Maluku Online, Selasa (7/3/2017).

Rahantoknam mencontohkan, SMA Negeri Namrole yang terletak di pusat ibukota kabupaten Bursel ketika ditinjau pihaknya terdapat berbagai kekurangan fasilitas untuk menunjang proses pembelajaran siswa, antara lain listrik tak berfungsi secara normal, begitupun dengan ketersediaan komputer untuk siswa sangat minim dan lainnya. Padahal keberadaan sekolah tersebut merupakan kewenangan pihak Pemprov Maluku.

Menurut Rahantoknam, kekurangan berbagai fasilitas itu disebabkan sekolah ini baru berumur enam tahun sehingga tentunya masih butuh pembenahan dan perhatian serius terhadap sekolah tersebut supaya kedepan sekolah ini sedikit demi sedikit menjadi lebih baik setara dengan sekolah lainnya di tanah air.

Sebagaimana diketahui, SMA Negeri Namrole merupakan salah satu sekolah menengah atas yang diperhitungkan di kabupaten tersebut, sayanganya dengan terbatasnya sarana penunjang pendidikan tersebut sehingga sekolah ini tak belum dipersiapkan dengan baik untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Menyoal hal ini, Rahantoknam mengatakan mengakui bahwa, lantaran terkendala kekurangan fasilitas tersebut, maka SMA di Kabupaten Bursel belum bisa mengikuti UNBK, dan beberapa sekolah lain di Maluku, termasuk Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD)

''Untuk Bursel dan MBD tak diikutsertakan, yang diikutkan hanya yang lain, alasannya fasilitas komputer masih kurang dan lampu PLN mati-mati,'' ungkapnya.

Lanjutnya, ''Kan anda (Menunjuk wartawan) tahu, Perusahan Listrik Negara (PLN) ini sebenarnya namanya juga perusahan listrik Yo-Ya. Artinya kalau hidup, Ya... kalau mati, Yoo…,'' sentilnya disusul tawa para guru yang mendengarnya.

Masih Rahantoknam, kalau kondisi PLN seperti begini, mati-nyala maka akan sangat berdampak bagi peralatan cepat rusak karena terbakar.

Terhadap masih kurangnya bantuan anggaran bagi pihak sekolah oleh Pemprov, sentilnya lagi bahwa : '' Ini namanya kegiatan provinsi tapi ini yang disebut telur mata sapi. Ayam punya telur sapi punya nama.''

Sementara itu, terkait kegiatan provinsi yang diadakan di Kabupaten Bursel khususnya untuk Sekolah Kejuruan (SMK) di Namrole namun tak disediakan anggaran, Rahantoknam mengaku terkejut setelah mendengarnya.

''Kami juga terkejut setelah mengetahuinya, tetapi sudalah, nanti kita akan pertanyakan itu ke pemprov,'' pungkasnya lantaran keburu kembali ke Ambon.

Kepala Sekolah SMK Namrole, Welem Lesnussa mengaku bersukur dengan adanya kunjungan DPRD Provinsi Maluku ke sekolahnya. Menurutnya, kedatangan ini sangat membantu pihaknya terkait berbagai kekurangan fasilitas pendukung belajar tersebut..

Lesnussa berharap dari kunjungan anggota dewan ini nantinya dapat mendorong adanya penambahan fasilitas sekolah untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang didapati pada lembaga pendidikan yang dipimpinnya..

''Yang belum ada adalah lab komputer. Ini yang harus dilengkapi, untuk akuntansi perkantoran harus memiliki peralatan komputer belum lengkap juga, itu yang kami butuhkan,'' pinta Lesnussa.

Selain itu, lelaki ini berharap bantuan anggaran dari Pemprov Maluku juga nantinya dapat mengakomodir semua hak-hak tunjangan para guru yang berkarya di sekolah tersebut.

Menyinggung tak diiukutsertakan sekolahnya mengikuti UNBK, Lesnussa katakan dirinya bersama para guru hanya bisa mempersiapkan para siswanya, Karena untuk tahun 2017 Kabupaten Buru Selatan tidak diakomodir dalam UNBK.

“Untuk tahun 2017 SMK Namrole tak ikut UNBK hanya mengikuti Ujian Nasional Berbasis Isian Kertas dan USBN. Dan dari 142 siswa di sekolah ini – yang  ikut ujian nasional sebanyak 46 orang. (*)
Dewan 3849457263727213598

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Indeks

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang